|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Selasa, 11 Januari 2011 pukul 18:55 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Bukankahkah Allah itu Mahadekat? Lalu kenapa masih saja sebagian dari kita tak bisa merasa dekat. Bukankah Allah itu Mahabaik? Lalu kenapa sebagian dari kita masih saja ada yang merasa tidak beruntung dalam kehidupan. Bukankah Allah itu Mahaadil? Lalu kenapa masih saja ada sebagian dari kita merasa terdzalimi pada setiap takdir yang datang menyapa.
Boleh jadi, karena begitu jauhnya hati dari keadaan bening, membuat kita tak mampu merasakanNya. Padahal setiap kapanpun dan di manapun IA mengurusi kita dengan begitu detail dan cermat. Mengatur semua skenario kehidupan kita tanpa ada sikap dzalim. Mahasuci Allah dari sifat dzalim dan pilih kasih.
Kalau dengan yang Mahadekat saja kita tak mampu merasakan dekat, kalau dengan yang Mahabaik saja kita tak mampu menangkap kebaikan-kebaikan itu, kalau dengan yang Mahabijaksana saja kita masih merasakan ketidakadilan. Sementara jelas adanya, Allah telah menciptakan kita dalam kefitrahan cenderung kepada kebaikkan. Maka sebenarnya, manusia macam apakah kita ini?
Bisa dibayangkan, betapa kelamnya hati terkotori dengan noktah-noktah dosa, lewat berbagai pengkhianatan yang dilakukan, sementara anugerah kenikmatanNya termamah habis. Pun sangat bisa dibayangkan, penuh sesaknya hati dengan keinginan-keinginan selainNya. Dengan keinginan-keinginan yang bukan berorientasi karenaNya, dengan keinginan-keinginan yang telah mewujud menjadi ambisi nafsu atas nama kepentingan pribadi. Padahal sejatinya, sampai kapanpun nafsu tak 'kan pernah terpuaskan.
Allah Mahadekat, dan sangat mudah didekati. Jika kemudian masih saja ada yang merasa sulit mendekat, itu tak lebih karena memang tak pernah ada kesungguhan keinginan untuk mendekat. Sungguh, DIA sangat dekat, dan tak kan pernah ada yang mampu melakukan kedekatan itu, seperti kedekatanNya pada kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.