|
Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
|





Senin, 6 September 2010 pukul 18:00 WIB
Penulis : Aris Solikhah
Telah lama aku menunggu. Tiga kuncup mawar biru ini mekar. Ke mana saja, selama ini, hai Adinda. Aku menunggumu, agar aku segera berpindah ke lain hati. Menuai amanah baru. Insya Allah.
Aku lega, tumbuhnya mawar biru. Subhanallah. Aku menyanyangimu, ya Ukhti. Aku bangga sekaligus bahagia, kalian menjadi pengganti. Aku sudah belajar di sini. Aku ingin kakiku segera berlari, belajar sesuatu lain yang sejati.
Tidak! Tidak sama sekali aku tak meninggalkanmu. Bahkan, hati kita makin terikat bukan? Ikatan yang tak semua orang bisa dikaruniai. Ikatan yang dikukuhkan dalam janji ”wallaahi“.
Aku lega sekali. Izinkah Aku pergi, Rabbi. Bilakah aku harus pindah dari tempatku menyongsong rezeki di sini, aku akan pergi dengan damai dan ria. Ya Rabb, janganlah kedua tangan yang bertengadah ini turun hampa. Aku telah menunggu lama.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.