|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|





Senin, 9 Agustus 2010 pukul 18:05 WIB
Penulis : Meralda Nindyasti
Baru kali ini engkau menangis di hadapanku, ma. Suatu hal yang tak pernah kualami sepanjang hidupku. Dan baru terjadi siang ini, tepat di depan mataku.
Aku hanya ingin mengatakan padamu, ma, inilah anak yang kau harapkan untuk kuat dan Allah beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku kuat. Maka, percayalah. Percayalah pada hasil didikanmu, ma. Percayalah padaku.
Sejak beberapa hari yang lalu, aku menyadari bahwa hari esok bukan milikku ataupun milikmu, tapi milik Allah.
Dan sejak beberapa hari yang lalu, aku pun menyadari bahwa aku harus terus hidup, dan aku meminta kepada Yang Maha Memiliki Kehidupan untuk bisa melapangkan waktu bagiku mewujudkan segala hal yang kuniatkan baik.
Mama, ketika kau bersedih hampir berpikir bahwa kau tidak mampu memberi jaminan kepada anakmu ini, maka kukatakan padamu dengan tegas, ma, bahwa kau hanya butuh menjamin Allah senantiasa ada dalam hatiku, dan itu melalui do'a-do'amu. Itu sudah lebih dari cukup, ma.
Bahkan, pengertian dan kerja kerasmu membuatku bersemangat untuk berilmu, maka itulah bekal yang sesungguhnya agar aku bisa menjamin tindakanku sendiri tetap dalam kebenaran dan kebaikan. Ya, seperti yang senantiasa kau katakan tentang hakikat ilmu.
Satu hal, ma, percayalah, anakmu ini kuat untuk menanggung semua yang Allah skenario-kan, sebagimana aku belajar darimu tentang keikhlasanmu menerima apa yang Allah tetapkan.
Semoga keberkahan Allah senantiasa ada padamu, ma, atas segala kebijaksanaan, kasih sayang, dan kebaikan yang senantiasa kau usahakan.
Alda sayang mama karena Allah.
Ya, Allah-lah alasan terabadi untuk aku tetap menyayangimu.
Sampaikan salam sayangku untuk papa, sosok kepala keluarga yang amat kuhargai dan kuhormati kepemimpinannya untuk membawa kita ke Syurga-Nya.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meralda Nindyasti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.