HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Karena... Entahlah...
29 Mei 2009 pukul 17:32 WIB
Bapak Tua Penjual Pisang
24 Mei 2009 pukul 17:10 WIB
Gumpalan Rasa
22 Mei 2009 pukul 18:44 WIB
Spirit Ruhiyah yang Menghebat
12 Mei 2009 pukul 17:34 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 4 Juni 2009 pukul 18:00 WIB

Torehan Warna Merah Jambu

Penulis : Rifatul Farida

Untuk yang kesekian kalinya, tawaran itu datang lagi. Kali ini, dari seorang teman baik yang ingin sekali melihat dia menggenapkan separuh agamanya. Memulai mengarungi lautan biru di kedalaman samudera keluarga sakinah. Dan sekeping nurani yang selalu terabaikan itu, kini hadir kembali, menyentuh rasa sensitivitas.

Ada kegundahan mengguyur deras di pekarangan jiwa, jawaban apa yang kiranya harus dilontarkan? Karena ini bukan sekedar menjawab 'ya' atau 'tidak'. Ada hal rumit yang sulit untuk dijabarkan dari pendaman rasa.

Cinta... Berawal dari titik ini yang menoreh warna merah jambu pada hati. Ketika cinta tak berbalas dan sang pujaan lebih memilih cinta lain dari pemilik hati yang lebih mempesona, getar cinta melukai hati, mengoyak jiwa yang masih rapuh. Saat itu juga, ada sekeping nurani memisah, membawa cinta pergi dari palung hati yang terusir paksa.

Dan ketika tiba masanya harus mencinta untuk hidup berbagi, sanggupkah torehkan merah jambu itu kembali di hati? Tanya tak berjawab, mengembara di kedalaman hati, karena barangkali hanya keikhlasan yang mampu ia hadirkan, bukan cinta. Sebab ia hanya memiliki satu cinta, dan itu sudah pernah ditunjukkan untuk orang lain.

Itulah sebabnya kenapa selalu 'tidak' jawaban yang keluar dari hati yang pilu. Karena ia tak yakin mampu hadirkan cinta untuk sang calon pendamping. Namun kali ini, sepertinya harus dipikir dalam, sampai kapan kata 'tidak' keluar dari bibir kelu? Harus ada kedewasaan sikap yang kan memutuskan. Hadirkan keikhlasan bahwa ini adalah ibadah untuk Allah SWT.

Tapi, bagaimana kalau sang calon meminta cinta yang mungkin tak pernah dia simpan untuknya? Ah, nurani berbisik, "Bukankah masih ada satu cinta agung yang selalu bersemayam di hati? Cinta hakiki yang kan mengajarkan apa itu mencintai?" Ia tersentak, kenapa tak pernah ia pikirkan ini. Ya, ia masih punya cinta hakiki yang bernama mahabbatullah. Cinta di atas segala cinta.

Dan kini, bismillah, satu jawaban telah siap dilontarkan dari hati yang mulai berbenah untuk menerima torehan warna merah jambu, sekeping nurani telah diterima kembali, membawa cinta yang pernah terusir dari palung hati, namun dalam bentuk berbeda. Cinta yang kukuh berdiri di atas cinta.

http://rifarida.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

aisy_me | Karyawan Swasta
Bagus-bagus tulisannya, menambah semangat dan inspirasi. :)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1084 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels