Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Bagaimana ?
29 Desember 2012 pukul 10:44 WIB
Kiamat
20 Desember 2012 pukul 09:49 WIB
Kerangjang Arang
2 Desember 2012 pukul 12:53 WIB
Kebahagian dalam pandangan berbeda
15 November 2012 pukul 11:02 WIB
Qana'ah
14 November 2012 pukul 09:33 WIB
Catatan
Rabu, 6 Februari 2013 pukul 20:02 WIB
Sedikit sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Oleh Abdul Latief Sukyan

Bagi kita yang hidup ditahun tujuh puluhan, dan bagi kita yang hidup di kampung, maka kebanyakan dari kita terbiasa menambung sisa uang saku sekolah kita di celengan yang terbuat dari bambu atau dari tanah liat. Dan seperti biasa bapak/ibu/kakek/nenek kita selalu menganjurkan untuk menabung, sehingga ada pepatah yang selalu mereka ungkapkan pada kita agar rajin menabung ; sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit. Sebuah anjuran kebijakan dan kebajikan agar kita mampu menghargai arti sebuah uang.
Menabung berarti menjamin masa depan, menabung berarti membentengi diri dari kebutuhan masa datang atau sebagai persediaan agar dapat membantu orang yang membutuhkan, sebuah kesadaran kampung yang perlu dikembangkan di perkotaan, terutama pada anak-anak sekolah dan para pemuda penuntut ilmu di kampus-kampus, sebenarnya menabung merupakan bentuk budaya untuk memanaje masa depan, baik untuk dirinya dan untuk masyarakatnya. Sebagaimana ia merupakan pembantu atas usaha pewujudan cita-cita.
Disamping menabung mempunyai beberapa kegunaan diantaranya ; agar lebih mampu menghadapi masa-masa genting dan susah, sebagaimana uang yang ditabung dapat menjadi investasi dalam peningkatan ekonomi nasional. Memang ada beberapa ungkapan dan nasehat agama yang mengajakan untuk selalu bersedekah dan berinfak, tapi hal itu ada batasannya dan agar jangan sampai seseorang terjatuh dalam bentuk pemberatan dan menjadi beban pada anggota masyarakat lainnya.
Pernah saya membaca laporan dan analisa di sebuah surat kabar yang menyebutkan ternyata ; bank dan institusi keuangan yang berbasis desa lebih tahan dan lebih kuat dalam menghadapi guncangan krisis moneter. Pada kesimpulan saya : ternyata tabungan para petani kampung, para pedagang kecil di pasar tradisional dan para pebisnis kecil rumahan mampu beristiqamah dalam menabung dan membantu perekonomian nasional.
Kesadaran menabung dan menginsafi pribahasa : sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit akan merubah dan membanggakan masyarakat perkampungan.
Tabungan kecil kita yang terbuat dari bambu, bukan saja sebagai kenangan tapi sebagai pengantar pada kesuksesan.




Bagikan

--- 0 Komentar ---

Teguh Yulyono | CSA Dubai Airport
Saya sangat gembira kembali bisa membuka dan membaca tulisan rekan-rekan yang memberikan pencerahan. Untuk admin : U R survival after so long with many challenges. Keep it up your spirit, your website had changed a lot of people who read articles on it. One of them is me. Thank you so much. Insya Allah bisa menjadi amalan kebaikan dan mendapat nilai yang sempurna di mata Allah SWT.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0467 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels