Umar bin Khattab : "Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan kata-kata yang lemah lembut."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Nyanyian hujan
16 April 2012 pukul 19:04 WIB
Gaji
10 April 2012 pukul 23:20 WIB
Pengundang rezeki
23 Maret 2012 pukul 10:00 WIB
Sebungkus permen dan kesalahan kita
14 Maret 2012 pukul 19:07 WIB
Bekerja dengan kepribadian
10 Maret 2012 pukul 20:08 WIB
Catatan
Senin, 7 Mei 2012 pukul 21:08 WIB
Ring Tones

Oleh Abdul Latief Sukyan

Udara terasa hangat walaupun matahari sudah siap berangkat ke peraduannya, burung-burung masih setia berkicau sebagai nyanyian pengantar matahari, dari pohon kurma berpindah ke pohon kurma lainnya, sementara orang-orang yang menunggu di halte bus terus mengucurkan keringatnya, saat adzan berkumandang sebagian mereka bergegas menuju masjid untuk menunaikan shalat maghrib, suasana damai dan sejuk AC mampu menghapus peluh dan penat seharian kerja.
Teman saya yang bergegas keluar dari rumahnya yang bersebelahan dengan masjid, ia hampir saja lupa mengunci pintu rumahnya karena lamat-lamat terdengar suara iqamah, agar ia tidak ketinggalan satu rakaat maka jalannya semakin dipercepat, para jamaah yang berdiri rapi sesuai dengan shaf-shafnya masing, dengan khusu' dan khidmat mengikuti bacaan suara imam yang sangat fasih dan indah.
Sambil membaca doa masuk masjid setelah bershalawat kepada Nabi Saw, langsung saja teman saya bergabung dengan jamaah yang sudah berlangsung beberapa menit yang lalu, selesai shalat ia kembali ke rumahnya dan dengan tidak sabar ia segera menghubungi saya dan dengan sambil tertawa geli ia bercerita.
Saya biasa memanggilnya Abu Farha, suaranya yang lantang bercerita lancar mengenai kejadian tadi saat ia melaksanakan shalat maghrib jamaah di masjid sebelah rumahnya, ungkapnya :
Tadi saat imam sedang membacakan ayat Quran, tiba-tiba mobile seorang ma'mum bordering dan terdengar bacaan ayat Quran yang sama dengan bacaan imam, sehingga sang imam terdiam sejenak sebelum akhirnya pemilik mobile mampu menguasai tombol mobilenya, setelah itu shalat berlanjut hingga akhir, ungkap teman saya sambil menghela nafas.
Setelah shalat ditunaikan dengan selamat walaupun ada sedikit gangguan kekhusu'an yang berbentuk dering mobile, seketika itu para jamaah menoleh pada pemilik mobile dan semuanya berfatwa bahwa ; matikan mobile sebelum shalat seperti yang tertulis di setiap pintu masjid, jangan gunakan nada dering ayat-ayat Quran ditakutkan saat didalam toilet mobile itu berdering, ada pula jamaah yang melerai dan mencoba menenangkan agar tidak terjadi keributan setelah shalat dan alangkah baiknya digunakan untuk berdzikir kepada Allah, begitu cerita lengkapnya sambil menyudahi percakapan via mobil dengan ucapan salam.

Suasana kembali sunyi karena masing-masing jamaah disibukkan dengan shalat sunnah, dan gelap malam terus turun melawan gemerlap lampu kota, masih ada sisa senyum bergelayut di bibirnya, itulah yang terbayang oleh saya dari ceritanya yang terkadang benar nyata.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Saeful Arif menyukai catatan ini.
Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1308 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels