Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Catatan Abdul Lainnya
Hijrahkan dirimu menuju kebaikan
27 November 2011 pukul 21:41 WIB
Arti kesetiaan
23 November 2011 pukul 23:13 WIB
Kemauan
18 November 2011 pukul 10:07 WIB
Mesin yang melelahkan
17 November 2011 pukul 00:46 WIB
Jengis Khan dan elang
16 November 2011 pukul 22:23 WIB
Catatan
Senin, 28 November 2011 pukul 22:00 WIB
Budaya kekerasan

Oleh Abdul Latief Sukyan

Ketika seseorang lelaki pergi ingin meminang dan mempersunting seorang isteri sebagai teman hidupnya, penyempurna agamanya dan penunduk pandangannya, maka ia akan berangkat dengan lemah lembut, sopan, tawadhu' dan dengan pakaian terindah, saat itu ia menghargai wanita calon isterinya sebagai ibu, saudari dan teman. Ia menghargai kodratinya karena ia tidak berbeda dengannya hanya dari sisi biologi saja. Karena ia adalah yang akan menjadi penyempurna perjalanan hidupnya, pengembang kepribadiannya, membantunya dalam mendidik dan membangun kepribadian anak-anak keturunannya, hanya saja selanjutnya ungkapan dan janji-janjinya bersembunyi, dan selanjutnya wanita itu menjadi milik pribadinya. Tentu yang kita bicarakan ini tentang sebagian golongan masyarakat saja bukan masyarakat pada umumnya.

Topeng kesopanan, kebaikan, kelemah lembutan dan kerapian yang ditampakkan oleh laki-laki diatas dibalik kepribadian aslinya merupakan symbol-simbol budaya kelicikan dan jebakan, bila kemudaratannya hanya sebatas pergaulan sehari-hari antara manusia maka tidak terlalu menjadi masalah, tapi bila menjalar kedalam lingkup suami isteri maka hal ini akan mendatangkan bahaya yang sangat menghancurkan. Ketika itu, dialog antara keduanya lenyap menghilang, yang terjadi justeru kekerasan dan yang lebih kuat akan menggunakan semua jenis kekerasan itu untuk memaksakan kehendaknya, masalah ini diharamkan oleh syariat dan oleh undang-undang, sebagian adat dan kebiasaan ikut berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan budaya kekerasan ini, bisa jadi karena disebabkan oleh merajalelanya kebodohan dan ketidak tahuan mereka terhadap hak dan kewajiban. Maka selanjutnya, wanitalah yang akan membayar dan menjadi korban, dan ia terus akan menanggung semua beban moral.

Faktor negative seorang wanita, kebodohan dan ketaatan buta kepada tradisi membuatnya selalu pada posisi lemah, terutama pada saat ia melihat bahwa semua yang dihadapinya merupakan undang-undang yang harus ditaati, tanpa adanya usaha darinya untuk mengetahui yang sebenarnya serta keberaniaanya untuk mendapatkan hak-haknya yang legal. Selanjutnya bila didapat seorang wanita yang pemberani menuntut hak-haknya maka seorang lelaki akan berpikir seribu kali sebelum ia menyetir kemudi sebuah keluarga yang hanya berdasarkan kepada sifat kelelakiannya semata, sebagaimana ia akan mempertimbangkan matang-matang sebelum ia menerapkan pendapatnya terhadap orang lain. Dan pada akhirnya tradisi dan budaya yang bersembunyi dibalik topeng akan segera lenyap, karena ia akan merasa selalu ada yang mengawasi dan yang mengoreksinya.

Pembentukan lembaga yang mengawasi, yang mendegar dan menindak lanjuti setiap kekerasan yang menimpa anak dan isteri merupakan keharusan dan bila lembaga itu memang sudah benar-benar terbentuk dan ada maka hendaknya pengawasan dan penindaklanjutan setiap kasus harus lebih cepat dan tanggap, semoga dengan lembaga ini budaya kekerasan akan menurun dan tergantikan dengan budaya dialog, karena rumah tangga merupakan lembaga budaya, social dan emosional sekaligus.
Sehat spiritual, sehat finansial dan sehat emosional

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Prof | Cloth Design
Moga KotaSantri.com bisa jadi situs Jejaring yang Populer n meng-Global! Amin!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0501 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels