|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
latape2003@gmail.com |
|
latape2003 |
|
|
la_tape2003 |
|
latape2003 |
|
latape2003@gmail.com |
|
http://twitter.com/latape2003 |





Oleh Abdul Latief Sukyan
Tahun baru hijriyah telah berlalu beberapa hari yang lalu, tahun baru dengan harapan baru, ada yang memenuhi dengan cita-cita dan tidak mengenal kata putus asa, tahun baru tergambar di wajah mereka yang menyambutnya dengan suka ria. Memang setiap ada yang baru selalu ada harapan baru bahkan yang lebih baru walaupun terkadang sangat dipaksakan.
Ada sebagian orang mengungkapkan kedatangan tahun baru dengan kata dan ungkapan indah, sebagian lainnya tercengang dan terdiam karena ketakutan akan tahun baru yang telah datang menjelang. Cita-cita yang kita ketahui dan yang tidak kita ketahui mungkin menjadi penyebab kehidupan, atau hanya sekedar tujuan untuk meningkatkan jati diri kita, bahkan juga cita-cita tersebut yang menjadi pendorong agar hati kita tetap berdetak.
Membaca cita-cita dan harapan manusia via email, bb, fb, netlog dan fasilitas komunitas lainnya, ada yang menulis : tahun depan saya ingin membeli handphone baru, saya ingin mempunyai anak, saya ingin lulus dan sukses dalam kuliah, saya ingin mengurangi berat badan saya, saya ingin ketentaraman spiritual dan material, saya ingin jadi TKI, saya ingin menjadi menteri dan ada yang menulis : sepertinya saya tidak tahu apa yang saya cita-citakan pada tahun depan, saya kira saya menginginkan kebahagiaan.
Kita memang tidak mengetahui apa yang ada dipundak tahun baru, akan tetapi kita selalu berharap dan kita serahkan semuanya kepada Allah setelah usaha kita telah kita penuhi.
Selamat berhijrah dari kebodohan menuju pengetahuan, berhijrah dari kemaksiatan menuju keaatan, berhijrah dari keterbelakangan menuju kemajuan, berhijrah dari berteman orang-orang buruk menuju berteman dengan orang-orang baik, berhijrah dari keburukan akhlak menuju kebaikan akhlak, dari kemalasan menuju kesungguhan yang menghasilkan, dari ketercerai beraian menuju persatuan, dari permusuhan menuju perdamaian dan berhijrah dari mengikuti hawa nafsu menuju mengikuti semua nilai-nilai yang dibawa oleh ajaran Islam.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---