QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
SMS Gratis Seumur Hidup
3 Oktober 2011 pukul 12:30 WIB
Status Sosial
2 Oktober 2011 pukul 12:54 WIB
Menata Niat Calon Haji
1 Oktober 2011 pukul 09:01 WIB
Jeritan Seorang Wanita
30 September 2011 pukul 14:23 WIB
Jika Syetan Masih Suka Bertandang
29 September 2011 pukul 20:10 WIB
Catatan
Selasa, 4 Oktober 2011 pukul 13:07 WIB
Kemabruran Haji

Oleh H. Akbar

Jacob Vredenbregt pernah melakukan penelitian perilaku haji di Indonesia, salah satu temuannya ada sebagian masyarakat yang memandang haji sebagai ritus kehidupan dan transisi pada status baru dengan dipertegas memakai nama baru atau penambahan nama dari Mekkah.

Ini sebagaimana perilaku kelompok santri (menurut klasifikasi Clifford Geerts) yang beranggapan ibadah haji merupakan penutup ideal setelah pendidikan di pesantren sekaligus upaya mengakhiri masa remaja (silakan membaca Dick Douwes dan Nico Kaptein dalam buku Indonesia dan Haji).

Namun, tetap saja ukuran kemabruran haji tidak dapat dilihat dari gelar haji yang disandang, tetapi dari aktualisasi simbol-simbol kemanusiaan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari (Quraish Shihab: 215). Ukurannya adalan peningkatan kualitas amal shaleh seperti kedermawanan, kerendahhatian, keadilan dan sifat-sifat kemanusiaan lainnya setelah menunaikan ibadah haji.

Jika sifat-sifat kemanusiaan itu tidak meningkat secara kualitatif dan kuantitatif, atau bahkan sebaliknya, makin angkuh, sombong dan membanggakan diri, tentu saja semua pengorbanannya untuk beribadah haji menjadi sia-sia di hadapan Allah, bahkan juga di hadapan manusia. Apakah ini pertanda haji yang tidak diterima (haji mardud) ? Wallahu A’lam Bishshowab.

Semoga jemaah calon haji Indonesia benar-benar menjadi haji mabrur, sehingga menjadi spirit untuk mengentaskan Indonesia dari krisis multidimensional yang selama ini masih melilit. Amin.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Ita Yusvana | Karyawan
Teman di waktu istirahat yang paling sering dikunjungi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1053 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels