Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
Pahala Yang Tidak Terhitung
28 September 2011 pukul 19:22 WIB
Doa Malaikat Pemikul Arasy
27 September 2011 pukul 19:52 WIB
Catatan Malaikat
26 September 2011 pukul 17:27 WIB
Kasih Sayang Allah
25 September 2011 pukul 19:13 WIB
Lezatnya Mengingat Allah
24 September 2011 pukul 19:47 WIB
Catatan
Kamis, 29 September 2011 pukul 20:10 WIB
Jika Syetan Masih Suka Bertandang

Oleh H. Akbar

Mengapa syetan banyak berkeliaran di rumah kita? Jawabannya, karena rumah kita jadi kuburan, bukan jadi masjid. Banyak kemunkaran dalam rumah kita yang menyebabkan syetan suka bertandang. Syetan bukan dihalau dengan membaca al-Quran sekali-sekali, tetapi dihalau dengan bacaan al-Quran berserta niat zikrullah, diamalkan perintahnya dan ditinggalkan larangannya.

Jika sekali waktu terjadi secara berbarengan antara kehendak Allah dan keinginan isteri atau suami serta anak-anak, yang mana yang harus didahulukan? Jika didahulukan kehendak mereka, tidak dapat dipungkiri bahwa itu petanda cinta telah tersesat. Inilah yang banyak terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Dan inilah yang menyebabkan mengapa banyak suami isteri berpisah sekalipun mereka saling mencintai. Berpisah bukan karena mereka tidak cinta, tetapi cinta terpisah karena mereka memisahkan cinta Allah.

Cinta yang meminggirkan cinta Allah adalah rendah mutunya dan tidak tahan uji. Apabila wajah kendur, cinta akan luntur. Apabila kemudaan hilang, sayang terus melayang. Sebaliknya cinta Allah mampu mengekalkan, malah bisa meningkat lagi rasa cinta itu sebagai tapak cinta itu di hati, bukan di mata. Cinta di mata bisa dipisahkan oleh jarak dan usia tetapi cinta di hati tidak ada orang yang mampu menjarakkannya, apatah lagi memisahkannya!

Cinta yang dibina atas dasar cinta Allah akan menjadikan perkawinan sebagai taman atau kebun percintaan. Mungkin sekali-sekali bergolak juga, tetapi atas dasar ibadah dan tanggungjawab, cinta dapat dibina kembali… terbentur tetapi tidak patah. Genting tetapi tidak putus. Justeru cinta itu selalu mekar dengan solat, zikir, membaca al-Quran dan sedekah.

Marilah kita saling berpesan demi kebenaran dan kesabaran… jangan membina cinta di dalam kuburan!

Bagikan

--- 0 Komentar ---

bambang menyukai catatan ini.
AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0788 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels