QS. Ali Imran : 3 : "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
Jeritan Seorang Wanita
30 September 2011 pukul 14:23 WIB
Jika Syetan Masih Suka Bertandang
29 September 2011 pukul 20:10 WIB
Pahala Yang Tidak Terhitung
28 September 2011 pukul 19:22 WIB
Doa Malaikat Pemikul Arasy
27 September 2011 pukul 19:52 WIB
Catatan Malaikat
26 September 2011 pukul 17:27 WIB
Catatan
Sabtu, 1 Oktober 2011 pukul 09:01 WIB
Menata Niat Calon Haji

Oleh H. Akbar

Sebentar lagi, jemaah calon haji (calhaj) Indonesia mulai diberangkatkan dari semua embarkasi haji. Harapan para calhaj adalah ingin menjadi haji yang mabrur, haji yang diterima Allah.

Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang punya banyak iming-iming. Ada iming-iming al-hajju al-mabrur laisa al-jaza illa al-jannah, haji mabrur tiada balasan kecuali surga. Ada iming-iming ongkos naik haji sama dengan ongkos untuk berjihad di jalan Allah. Satu dirham akan diganti dengan tujuh ratus kali lipat.

Ada pula iming-iming orang yang berhaji karena Allah dan dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Islam akan kembali seperti pada hari ketika mereka dilahirkan dari rahim ibunya, bersih dari segala dosa dan masih banyak lagi iming-iming yang lain.

Dengan iming-iming semacam itu, banyak muslim Indonesia yang berlomba-lomba (fastabiqul khairat) untuk segera dapat menunaikan ibadah haji dengan berbagai cara. Niat beribadah haji tidak seperti minatnya orang-orang Islam dalam ibadah yang lain seperti untuk zakat, sedekah, infak dan lainnya, yang terkesan masih ogah-ogahan.

Begitu antusiasnya masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji dengan berbagai cara sehingga muncul banyak titel haji dalam humor religi yang hidup di tengah masyarakat. Ada titel haji wahyu (beribadah haji dari sawahnya yang payu atau laku), ada titel haji dolmah (beribadah haji dari adol omah/adol lemah atau menjual rumah), ada titel haji abidin (beribadah haji dari atas biaya dinas) dan masih banyak lagi titel haji lain dalam humor religi.

Sejak 1998 sampai sekarang Indonesia masih dilanda krisis, namun jumlah orang yang mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji menurut data statistik makin bertambah. Pemerintah berupaya menambah kuota haji. Kondisi ini cukup membanggakan karena paling tidak menunjukkan semangat beribadah haji kaum muslim di Indonesia sangat tinggi.

Namun pada sisi yang lain sangat memprihatinkan, karena bertambahnya jumlah hujjaj (mereka yang sudah beribadah haji) selama ini belum memberikan implikasi positif terhadap perubahan perilaku dan kondisi masyarakat ke arah yang lebih baik. Padahal menurut Imam Hasan dalam kitab Minahussaniyah, ciri haji mabrur adalah setelah berhaji perilaku mereka dalam kezuhudan dunia (kepekaan sosial) dan amal keakhiratan makin bertambah.

Bagikan

--- 0 Komentar ---

bambang menyukai catatan ini.
Mutiara | Swasta
Alhamdulillah, senangnya udah bisa bergabung dengan KotaSantri.com. Jazakumullah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0625 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels