|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Oleh H. Akbar
Pada tahun tujuh puluhan, istilah Panca Usaha Tani tentu tidak asing bagi para petani. Panca Usaha Tani artinya 5 langkah yang harus dilakukan oleh petani jika ingin memperoleh hasil panen yang maksimal. Seiring dengan tuntutan jaman dan kompleksnya permasalahan, untuk ukuran sekarang tentu sudah lebih dari sekedar Panca Usaha.
Ke lima Panca Usaha Tani dimaksud adalah : memilih bibit unggul, pengolahan tanah dengan baik, pemupukan, irigasiatau pengairan, dan pemberantasan hama penyakit. Ke lima unsur tersebut mempunyai keterkaitan antar satu dengan yang lainnya. Jika salah satu dari unsur di atas ada yang tidak berfungsi, maka hasil panen tidak akan maksimal. Malah kalau kelimanya tidak dilakukan hampir bisa dipastikan bahwa petani akan mengalami gagal panen.
Dalam konteks agama sebenarnya sama saja. Kalau kita ingin menikmati indahnya hidup di dunia maupun di akhirat ke lima hal tersebut perlu dilakukan dengan seksama.
Pertama, kita harus memilih bibit unggul berupa iman yang bernas. Iman yang tidak terkontaminasi oleh perbuatan syirik. Iman yang unggul kita semai, dan ciri iman yang unggul pasti mengeluarkan tanda-tanda tumbuh berupa akar dan kecambah. Akar berfungsi untuk memperkokoh tegaknya aqidah sedangkan kecambah merupakan cikal bakal amal sholeh.
Kedua, mengolah tanah dengan baik. Tanah sekitar akar harus digemburkan untuk memberi peluang bagi akar bisa menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah. Buka cakrawala pikiran untuk saling sharing ilmu dan pengalaman. Hindari pola kerja jarum jam yang hanya mampu mengitari bingkai jam dan tidak mampu menjangkau wawasan di luar itu.
Ketiga, iman yang sudah mulai tumbuh perlu dipupuk yang sesuai dengan pertumbuhannya. Hati-hati dalam menggunakan pupuk instant, sebab jaman sekarang sudah banyak kemasan berlabel "pupuk" tapi isinya berupa "racun" yang akan menghancurkan keimanan.
Keempat, iman yang sudah tumbuh jangan sampai terlambat diberi air. Berikan siraman-siraman yang dapat menyejukkan. Menyiram iman tidak perlu berlebihan, meskipun sedikit yang penting dilakukan secara kontinyu.
Kelima, jangan lupa memberantas hama dan penyakitnya. Untuk diketahui saja, bahwa penyakit yang siap menyerang itu bisa menghancurkan seluruh bagian iman. Aqidah, syari'ah, dan akhlak akan diserang habis-habisan manakala kita lengah memberantasnya.
Jika ke lima langkah di atas sudah dilakukan, Insya Allah seorang muslim yang mukmin akan menyembulkan senyum menanti hasil panen yang sudah di depan mata. Tapi jangan lupa, semuanya bergantung kepada kita.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barangsiapa yang melakukan amal kebaikan sekecil apapun, maka ia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang melakukan amal buruk sekecil apapun, maka ia akan melihatnya pula." (QS Az-Zalzalah : 7-8).
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---