HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
Hidup Sehat Dengan Sedekah
7 September 2011 pukul 04:03 WIB
Bukan Bisa Atau Tidak, Tapi Mau Apa Tidak
6 September 2011 pukul 04:14 WIB
Kebajikan Sebelum Tidur
5 September 2011 pukul 04:18 WIB
Pemaaf Lambang Kepribadian Yang Indah
4 September 2011 pukul 12:55 WIB
Kunci Kemudahan Dalam Hidup
3 September 2011 pukul 14:37 WIB
Catatan
Kamis, 8 September 2011 pukul 00:00 WIB
Mampukah Kita Meneladaninya ?

Oleh H. Akbar

Pada suatu ketika, Rasulullah SAW menjadi imam sholat. Dilihat oleh para sahabat, gerakan beliau antara satu rukun ke rukun yang lain berat sekali. Dan mereka mendengar bunyi seolah-olah sendi-sendi pada tubuh beliau yang mulia itu bergeser antara satu dengan yang lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan beliau itu langsung bertanya setelah selesai sholat : “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat, sakitkah engkau ya Rasulallah ?”

“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”

“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh engkau ? Kami yakin engkau sedang sakit…” desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah SAW mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut beliau yang kempis, terlihat dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh beliau.

“Ya Rasulullah! Apakah jika engkau menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat engkau ?”

Lalu beliau menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apa yang akan aku jawab di hadapan Allah SWT nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya ?”

“Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah SWT untukku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia, lebih-lebih lagi tidak ada yang kelaparan di akhirat kelak.”

Subhanallah...

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Aini Mardiyah | Mahasiswa
Di sini tempat untuk kamu-kamu yang ingin memanaj qalbu, artikel-artikel di web ini Insya Allah bermanfaat. Hehehe... Ada tulisan ane juga low!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1278 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels