Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://h-akbar.kotasantri.com
Bergabung
28 Agustus 2011 pukul 10:56 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
Saya adalah manusia biasa. Senang membaca. Tertarik dengan kajian agama.
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah
Catatan H. Lainnya
Bukan Bisa Atau Tidak, Tapi Mau Apa Tidak
6 September 2011 pukul 04:14 WIB
Kebajikan Sebelum Tidur
5 September 2011 pukul 04:18 WIB
Pemaaf Lambang Kepribadian Yang Indah
4 September 2011 pukul 12:55 WIB
Kunci Kemudahan Dalam Hidup
3 September 2011 pukul 14:37 WIB
Mengundang Barokah Dengan Iman dan Takwa
2 September 2011 pukul 19:48 WIB
Catatan
Rabu, 7 September 2011 pukul 04:03 WIB
Hidup Sehat Dengan Sedekah

Oleh H. Akbar

Pada umumnya kita mengenal buaya. Binatang melata yang habitatnya di air itu sering mencelakai manusia. Selain dikenal sebagai hewan yang menakutkan, ternyata buaya juga mempunyai nilai jual tinggi terbukti dengan adanya penangkaran buaya di beberapa tempat.

Tapi siapa nyana, di balik keangkerannya itu terselip suatu kelembutan yang dengannya ia mampu bertahan hidup dalam kondisi sehat. Karena hanya melihat dari sudut pandang yang berbeda, banyak diantara kita yang tidak memahaminya.

Setiap selesai makan, buaya selalu membuka mulutnya lebar-lebar. Buaya melakukan hal itu bukan karena ia ngantuk atau minta makan tambahan. Hal itu ia lakukan untuk memberi kesempatan kepada makhluk yang stratanya lebih rendah seperti burung dan lalat untuk mengambili sisa makanan yang terselip pada giginya. Buaya nampaknya ‘sadar’ bahwa ia tidak bisa gosok gigi.

Sisa makanan yang mungkin tidak berguna lagi baginya bisa jadi sangat berharga bagi makhluk yang lebih rendah. Dengan membiasakan perilaku demikian sampai sekarang belum pernah terdengar ada buaya ‘sakit gigi’.

Suatu pembelajaran yang sangat berharga bagi manusia. Berapapun penghasilan yang kita peroleh sebenarnya ada bagian hak orang lain yang strata sosialnya lebih rendah dari kita. Kalau kita ingin sehat, berikan hak mereka sesuai dengan porsinya. Wa inna lakum fil an’aami la’ibroh,“Dan pada binatang ternak itu terdapat pelajaran bagi kamu” (QS An Nahl : 66).

Bagikan

--- 0 Komentar ---

Fariz Aziz | Mahasiswa
Alhamdulillah KotaSantri.com masih ada. Udah 2 tahun nich gak browsing web ini.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1432 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels