|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |

Oleh H. Akbar
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami itu), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7 Al A’raf : 96)
Secara harfiyah, barokah berarti ziyadatul khoir atau bertambahnya kebaikan. Berdasarkan ayat di atas, barokah bisa diundang dengan iman dan takwa. Iman tidak cukup diterjemahkan sebagai percaya, tapi harus yakin. Percaya tidak perlu bukti sedangkan yakin memerlukan pembuktian. Berjuta persoalan hidup manusia perlu dijawab. Jawabannya tidak cukup dengan kata-kata, tapi harus dibuktikan dengan amal nyata. Sedangkan takwa merupakan predikat orang yang berhak masuk ke dalam surga (QS 39 Az Zumar : 73; QS 3 Ali Imran : 133).
Di Indonesia, barokah yang datang dari langit sering diterjemahkan berbentuk hujan, meskipun di beberapa daerah hujan juga terkadang menimbulkan petaka. Dan barokah yang datang dari bumi tentu berbagai barang tambang dan hasil dari aktivitas manusia yang bisa dinikmati, meskipun barang tambang yang begitu melimpah cenderung orang lain yang memanfaatkannya.
Dengan tidak bermaksud mengabaikan rasa nasionalis kita perlu jujur untuk melihat kenyataan bahwa Saudi Arabia lebih beruntung dalam menikmati barokah baik yang datang dari langit maupun yang muncul dari bumi.
Di Saudi Arabia, barokah yang datang dari langit bukan berbentuk hujan. Hujan di sana rata-rata hanya dua kali dalam setahun. Barokah yang datang dari langit ternyata berbentuk pesawat terbang yang membawa jemaah haji dan umroh sepanjang tahun.
Pada saat mendekati closing date, Bandara King Abdul Aziz Jedah menjadi bandara terpadat di dunia. Bandara ini ternyata didarati rata-rata 5 pesawat per 3 menit. Mereka mengunjungi 2 kota suci Mekah dan Madinah untuk beribadah kepada Allah SWT. Tapi perlu diingat bahwa mereka juga membawa uang untuk dibelanjakan di sana.
Jika jemaah haji berjumlah 3.500.000 orang dan setiap jemaah membawa bekal 1.000 real Saudi Arabia (sekitar Rp 2.500.000,-), maka setiap musim haji uang yang dibelanjakan adalah 3.500.000 x Rp 2.500.000,- = Rp 8.750.000.000.000,-. Itu baru dari jemaah haji yang membawa bekal 1.000 real. Bagaimana kalau mereka membawa 2.000, 3.000, 4.000 real dst. Belum lagi dari jemaah umroh yang datang sepanjang tahun. Subhanallah... Suatu barokah yang luar biasa besarnya.
Di sisi lain ada fakta menarik lain. Kalau sekarang dunia sedang mengalami krisis bahan bakar, maka 50 tahun ke depan dunia akan mengalami krisis air. Dan setelah diteliti ternyata di bawah perut Saudi Arabia terdapat cadangan air terbesar di dunia.
Subhanallah... tentu barokah ini tidak datang dengan sendirinya. Tapi diundang dengan iman dan takwa yang baik, sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---