|
Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Oleh H. Akbar
“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS Luqman : 34)
Pada ayat di atas ada lima hal yang menjadi hak Allah SWT dan manusia tidak perlu mengintervensinya. Ke lima hal tersebut adalah :
1. Hari Kiamat
Rasulullah SAW ketika ditanya oleh Jibril tentang kiamat, beliau menjawab ‘Mal mas-ulu ‘anha bi a’lama minas sa-ili’. Yang ditanya (Rasulullah SAW) tidak lebih tahu daripada yang bertanya (Jibril).
Rasulullah SAW sendiri tidak mengetahui kapan akan terjadinya kiamat. Manusia tidak perlu meramal tentang waktu terjadinya kiamat. Faktanya sejak jaman dulu banyak orang meramal akan terjadinya kiamat pada tahun tertentu, tapi faktanya tidak ada yang benar. Hal ini membuktikan bahwa kiamat merupakan hak Allah SWT, meskipun kita diberi tahu tentang tanda-tandanya.
2. Turun hujan
Tahun 60-an daerah Jampang Surade (Sukabumi) dilanda kekeringan hebat. Untuk menghindari gagal panen, pemerintah mencoba hujan buatan. Di atas daerah yang dilanda kekeringan tersebut ditembakkan zat kimia. Seketika terjadi mendung. Masyarakatpun gembira. Namun pada saat hujan akan turun ternyata bertiup angin kencang dari arah Pelabuhanratu. Akhirnya hujan turun di Bogor.
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) hanya mampu memprediksi turun hujan, bukan menentukan kapan dan di mana hujan akan diturunkan.
3. Bayi dalam rahim
Pada saat anak kami hamil 4 bulan, hasil USG menunjukkan bayi dalam kandungan berjenis kelamin laki-laki. Pemeriksaan ulang dilakukan pada saat kandungan berumur 7 bulan dengan hasil yang sama. Pada saat kami melakukan umroh kami mengadu kepada Allah SWT, ‘Ya Allah, kami sudah dikaruniai 3 orang anak laki-laki. Betapa indah jika cucu yang akan lahir itu perempuan’. Sebulan kemudian, 13 Agustus 2007 anak kami melahirkan dan bayinya berkelamin perempuan. Subhanallah.
4. Apa yang akan dilakukan esok hari
Banyak rencana yang kita susun dengan apik tapi ternyata faktanya tidak sesuai dengan kenyataan. Ada campur tangan Allah SWT, dan tentu rencana Allah paling baik. Kita hanya berencana, tapi Allah yang menentukan.
5. Di bumi mana kita akan meninggal dunia
Banyak jemaah haji yang berusia tua dan dan dalam keadaan uzur ingin meninggal dunia di tanah suci, namun Allah menakdirkan lain. Mereka di sana dalam keadaan sehat dan bisa kembali ke tanah air. Dan betapa banyak jemaah haji dalam usia relatif muda dan didoakan orang sekampung agar sehat dan kembali lagi ke tanah air dengan membawa predikat haji mabrur. Namun Allah menentukan lain. Mereka harus meninggal di tanah suci.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---