|
HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
|
|
|
http://arrafiiyah-arrafiiyah.blogspot.com |
|
http://facebook.com/profile.php?id=100000493450379 |
|
http://twitter.com//#!/akbararrafiiyah |





Oleh H. Akbar
Semua kita tahu bahwa air laut rasanya asin. Namun, selama masih hidup tidak ada satu ekor pun ikan laut yang rasanya asin. Riak, ombak, gelombang dan badai sekalipun tidak akan mampu merubah rasa ikan laut itu. Dia selalu eksis sebagai makhluk yang masih hidup. Dia tunjukkan bahwa ‘ruh’ yang membuat dirinya tetap tawar tidak akan terpengaruh oleh lingkungan.
Apabila ikan itu mati, maka rasanya akan bergantung kepada ‘pergaulan’. Jika bergaul dengan garam pasti rasanya akan terasa asin.
Jika bergaul dengan gula tentu akan terasa manis.
Itulah tamsil iman yang sudah terhunjam ke dalam hati. Meski ia hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh ma’siat, ia akan tetap kokoh. Hatinya akan memunculkan ciri-ciri orang beriman. Imannya akan tetap terpelihara.
Tapi apabila iman sudah mati, maka hidupnya akan bergantung kepada pergaulan. Hidup akan menuruti irama masyarakat, karena iman yang ada di dalam dirinya sudah tidak berfungsi lagi sebagai filter.
| Bagikan | Tweet |
|
--- 0 Komentar ---