Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://radinal.kotasantri.com
Bergabung
31 Oktober 2009 pukul 05:48 WIB
Domisili
Medan - Sumatera Utara
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Radinal Lainnya
Apakah Takdir Allah Benar-benar Bisa Diubah?
27 Februari 2013 pukul 13:00 WIB
Kata Orang Aku Mirip Nabi Ibrahim
25 November 2012 pukul 12:00 WIB
Mengapa Semangat Menulis, Turun dan Naik?
23 November 2012 pukul 15:00 WIB
Menggoreskan Pena, Menggali Makna
5 Oktober 2012 pukul 14:30 WIB
Bagaimana Agar Tulisan Anda Dapat Diakui Pembaca?
10 Agustus 2012 pukul 18:00 WIB
Bilik
Bilik » Pena

Jum'at, 8 Maret 2013 pukul 16:00 WIB

Penulis Dunia Memperoleh Ide dengan Cara Sesederhana Ini

Penulis : Radinal Mukhtar Harahap

Nama Peter Elbow pertama kali saya baca adalah ketika membaca tulisan Jonru, pengelola Sekolah Menulis Online, yang berjudul Kiat Menulis Bebas: Kiat Paling Jitu agar Kita Selalu Lancar Menulis!. Beliau merujuk Mengikat Makna-nya Hernowo yang memuat tulisan Peter Elbow tersebut. Lama saya mencari buku Peter Elbow, karena memang buku tersebut adalah buku lama yang diterbitkan dengan berbahasa Indonesia tahun 2007. Saya akhirnya mendapatkan buku yang berjudul Writing Without Teachers; Merdeka dalam Menulis! tersebut tiga tahun setelah buku tersebut terbit; Tahun 2010. Baru-baru saja!

Satu kalimat mencengangkan saya dapatkan di halaman awal buku tersebut, tepatnya di halaman 3. Dan saya akan menuliskan kembali kalimat tersebut di hadapan Anda!

Writing Without Teachers; Merdeka dalam Menulis!
"Tuliskan saja sesuatu. Yang paling mudah, tuliskan apa pun yang melintas dalam pikiran Anda. Jika merasa buntu, Anda boleh menulis "Saya tidak tahu apa yang harus saya tulis, saya tidak tahu apa yang harus saya tulis" sebanyak yang Anda mau, atau ulangi kata terakhir tulisan Anda berkali-kali, atau hal lain. Satu-satunya syarat; jangan pernah berhenti!"

Kenapa kalimat itu begitu mencengangkan bagi saya? Setidaknya ada satu alasan yang sangat mendasar yang menjadikan kalimat itu begitu mencengangkan. Dan alasan itu akan saya paparkan kemudian.

***

Ketika menyampaikan materi motivasi kepenulisan di hadapan anggota baru Islamic Journalism Community, salah satu peserta bertanya kepada saya;
Diklat Kepenulisan Islamic Journalism Community
Dari mana kita mendapatkan ide?

Lantas saya pun menjabarkan apa yang saya tuliskan di buku pertama saya Menulis Itu Asyik Lho! Langkah Asyik Melejitkan Potensi Menulis.

Untuk memulai menulis, setidaknya kita harus menghilangkan terlebih dahulu hal-hal yang selama ini menakutkan, seperti; Menulis itu butuh bakat, keahlian, waktu khusus dan lain sebagainya. Begitu pula dengan ketakutan-ketakutan akan menyalahi ejaan dan tata bahasa, pendapat orang lain, takut dikritik dan lebih-lebih takut gagal. Itu semua harus dihilangkan!

Buku pertama saya, Menulis Itu Asyik Lho; Langkah Asyik Melejitkan Potensi Menulis

Selanjutnya menulislah dengan kepercayaan diri yang tinggi. Menulislah dari hal-hal kecil seperti dari pengalaman pribadi, dari cerita teman, dari ucapan orang tua atau guru dan lain sebagainya. Mulailah dengan, meminjam perkataan Hernowo dalam bukunya Mengikat Makna Update, seakan-akan Anda berada sendirian di muka bumi ini. Mulailah dari apa yang Anda baca dan lebih-lebih, dan ini yang paling penting, mulailah dari sekarang juga. Jangan tunggu lama-lama, nanti diambil orang!

Hmm... apakah mencari ide untuk menulis benar-benar sesederhana itu? Hanya dengan menuliskan hal-hal kecil yang terjadi dalam kehidupan kita?

***

Jika Anda juga mengalami keragu-raguan sebagaimana peserta yang saya ceritakan di atas, maka simaklah penuturan beberapa penulis dunia tentang bagaimana sebenarnya mereka mendapatkan ide berikut ini!

Philip Barry Osborne, penulis yang bekerja bertahun-tahun di Business Week, Time, CBS dan juga asisten editor pengelola di Reader's Digest, mengaku bahwa ia mempercayai bahwa setiap orang itu ada jiwa penulis karena di dalam setiap orang ada sebuah cerita. Bahkan di dalam setiap orang ada banyak cerita. Maka tulislah itu karena beberapa tulisan terbaik, yang mudah dimengerti pembaca, muncul dari semua kejadian dalam kehidupan sehari-hari kita!

Bagaimana Philip mendapatkan ide? Menuliskan semua kejadian dalam kehidupan sehari-hari!

Selanjutnya, marilah kita bertanya pada Chatarine Bramkamp, penulis buku Death Revokes the Offer. Ia akan menjawab bahwa Aku menulis mengenai apa yang kuketahui, sisi politis, sisi komersial, dan sisi lucu menjadi seorang ibu modern, yang, di era delapan puluhan, bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani.

Bagaimana Chatarine mendapatkan ide? Menulislah apa yang ia tahu! dan tentunya itu terjadi di kehidupannya sehari-hari!

Masih belum cukup?

Mari sejenak kita berpetualang untuk mengetahui bagaimana Malcolm Gladwell, penulis buku International best seller berjudul The Tipping Point, Blink dan Outliers. Dalam bukunya yang berjudul What the Dog Saw ia menuliskan caranya untuk mendapatkan ide. Kunci menemukan ide atau gagasan adalah meyakinkan diri sendiri bahwa semua orang dan segala hal punya cerita!

Singkat, dan padat. Lantas Bagaimana Malcolm Gladwell memperoleh ide? ya, sama dengan Philip Barry Osborne yang meyakini bahwa di setiap sosok manusia mempunyai cerita, maka Malcolm Gladwell pun berpendapat bahwa ia menulis dari apa yang terjadi sehari-hari!

Menarik bukan? memperoleh ide dengan cara yang sangat sederhana yaitu menuliskan apa yang terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Tidak perlu mengungsi ketempat yang tidak ada penghuninya seorang pun! Tidak juga harus memeras otak untuk mengetahui apa yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia selama ini! Cukup dengan menuliskan apa yang terjadi sehari-hari. Itu saja.

Terakhir, ada pesan menarik dari J.K. Rowling, tentunya Anda mengenalnya sebagai penulis terkaya dunia berkat mahakarya-nya yang berjudul Harry Porter, untuk Anda yang kesusahan mencari ide

"Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri. Karena itulah yang saya lakukan selama ini!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Radinal Mukhtar Harahap sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

mang_unus | Wiraswasta
Semoga dapat menjadi wasilah untuk semua; berbagi ilmu, memupuk ukhuwah, mengokohkan keimanan, menopang keistiqamahan.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1139 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels