|
Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 27 Juni 2013 pukul 23:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Pengaruh lingkungan diakui Ko Guan Siong yang dominan menjadikan dia seorang Muslim. Lahir di Jambi, salah orang pengurus MUI Tangerang itu mengatakan dia masuk Islam karena ajakan teman-teman saat dia bersekolah di sekolah rakyat Jambi.
"Sejak sekolah rakyat, saya sudah tertarik dengan agama Islam, ajarannya saya rasakan sangat pas," kata Guan Siong.
Saat berceramah di Masjid Al-Ikhlas Denpasar, Asiong menyebutkan bahwa pengaruh lingkungan sangat penting dalam membentuk keyakinan seseorang. Pada mulanya dia dilarang belajar Islam oleh ibunya yang memeluk Katolik. Tapi ayahnya yang beragama Konghucu, justru bersikap netral.
Namun semangat dan gairah Islam yang terus memanggil-manggil, mengajak Asiong akhirnya memeluk Islam. Selain aktif dalam kepengurusan MUI di Tangerang, Asiong juga aktif dalam organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) setempat.
Asiong mengaku aktif mengurus anak-anak mualaf dari berbagai daerah. Mereka ditempatkan di panti asuhan yang dikelolaya sendiri. Anak-anak itu diajarinya agama Islam, membaca, dan menghafal Al-Qur'an.
Dari Republika Online
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.