|
HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 20 Desember 2012 pukul 17:00 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Sekian lama mendalami Islam selama di Nigeria, Jebril Mason akhirnya memeluk Islam. Ia menolak itu disebut berpindah agama.
Karena pada dasarnya, setiap bayi yang baru lahir adalah Muslim. Karena itu, keputusannya mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan momen kembalinya ia pada Islam.
"Hanya ada satu Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya. Itu saja. Jadi itulah mengapa saya bergabung dengan Islam," kata dia seperti dinukil onislam.net.
Ketika ia putuskan itu, banyak pihak yang tidak percaya, atau bahkan sulit percaya. "Mengapa Anda menjadi Muslim, Anda gemar memakai celana pendek, rambut Anda pirang. Sementara Muslim itu mengenakan helm dan gemar melemparkan bom," kenang Jebril menirukan pertanyaan kerabatnya.
Keteguhan hati Jebril membuatnya lebih mudah mendalami Islam. Ia begitu menikmati proses sebagai mualaf.
Ia pelajari dan pahami persoalan yang dialami Muslim. Ia rasakan pula kekerabatan yang erat sesama Muslim.
"Islam tidak sulit, agama ini penuh logika. Pikirkan kenapa agama ini melarang Muslim mengkonsumi babi dan minuman keras," kata dia mengakhiri.
Dari Republika Online
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.