HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Karena Madrasah Pertama itu Bernama Wanita
29 November 2012 pukul 14:00 WIB
Memahami Makna Tahun Baru
28 November 2012 pukul 13:00 WIB
Mengenalkan Uang pada Anak
17 November 2012 pukul 10:00 WIB
Ismail : Islam Membuat Hatiku tak Lagi Hampa
8 November 2012 pukul 16:00 WIB
Memaknai Dzikir
31 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 29 November 2012 pukul 16:00 WIB

Lynette Wehner : Jadi Muslim di Sekolah Islam

Penulis : Redaksi KSC

Lynette Wehner tak menyangka, ia diterima bekerja di sekolah Islam. Cemas bercampur antusias, itulah gambaran perasaannya saat itu. Tak hanya ia seorang, keluarganya juga dilema dengan kabar gembira itu.

Spontan saja, orangtuanya mengingatkan satu hal kepadanya ketika Lynette memutuskan untuk menerima pekerjaan itu. "Pastikan anda tidak berpindah agama," kenang Lynette menirukan suara ayahnya.

Dalam pikirannya terbayang, ia bakal diwajibkan mengenakan jilbab. Ia juga harus mempelajari agama Islam, satu hal yang asing baginya. "Jujur, aku berdebat dengan diriku sendiri. Tapi bagian dari diriku mengatakan itu adalah pengalaman yang berharga bagiku," kenang dia.

Akhirnya, Lynette menerima pekerjaan itu dan bersiap menjalani hari pertama. Satu hari yang akan terkenang sepanjang ia bekerja di tempat itu. Pada hari pertama, setiap guru non-muslim akan diberikan pelatihan mengenakan jilbab. Setiap guru non-muslim yang ambil bagian umumnya tertawa melihat penampilan mereka. Tidak ada rasa tegang seperti yang dibayangkan sebelumnya. Suasana saat itu begitu mengalir dan santai.

Dari situ, Lynette melihat ada satu pelajaran penting, yakni masyarakat AS terjebak kesalahpahaman soal jilbab. Tak terasa, sudah satu tahun Lynette bekerja. Ia belajar banyak hal. Yang membuatnya terkesan, sebagian besar anak didiknya tahu banyak tentang agama Kristen.

"Aneh, bagaimana mereka tahu banyak? Mereka membuatku bertanya-tanya. Apakah memang saya seorang Kristen," kenang dia. Ia memang dibesarkan dalam tradisi Katolik. Tapi ia tidak mempelajari ajaran Kristen dengan baik. "Aku tahu, aku bukan orang yang baik," kata dia.

Meninggalkan sejenak kegundahannya, Lynette kembali menjalani aktivitas rutin. Seperti biasa, ia rapikan buku-buku anak-anak yang tergeletak dalam kelas. Sebelum merapikan buku itu, sejenak ia baca buku-buku tersebut. Ia menyadari isi dari buku tersebut begitu masuk akal. Banyak pertanyaan dalam dirinya terjawab. Ia menjadi begitu antusias membahas tentang ajaran Islam.

"Saya merasa telah menemukan apa yang saya cari," ungkapnya, seperti dilansir islamreligion.com. Ia mulai membaca Al-Qur'an. Usai membacanya, ia merasa bagaimana bisa kitab suci Al-Qur'an ini berasal dari Allah. Namun, semakin membaca ia mulai mengetahui jawabannya. "Al-Qur'an seolah dibuat untuk saya. Aku tak berhenti menangis," kata dia haru.

Setelah berbulan-bulan membaca dan berdiskusi, ia berpikir untuk menjadi muslim. Namun, ia belum terbiasa untuk berdo'a secara langsung kepada Tuhan. Selama ini ia selalu berdo'a kepada Tuhan melalui perantara. Keraguan itu mulai ditepisnya dengan ketakutan terhadap azab Tuhan.

Ia menangis. Karena yang ia butuhkan adalah Islam. "Pada waktu itu saya harus masuk Islam tidak ada keraguan lagi dari ajarannya," kata dia. Setelah mengucapkan syahadat, ia seolah lahir kembali. "Aku begitu dekat dengan Tuhan, dan Alhamdullilah, saya sangat beruntung," ucapnya.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Angga Ciptadi | Karyawan
Sering-sering maen ke web ini, biar terus dapat insiprasi + motivasi dalam menjalani hari. Mudah-mudahan berkah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2830 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels