Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Memaknai Dzikir
31 Oktober 2012 pukul 11:00 WIB
Yang Istimewa, Yang Berbahaya
30 Oktober 2012 pukul 15:00 WIB
Hingga Butir Nasi Terakhir
28 Oktober 2012 pukul 11:30 WIB
Sosok Bidadari, Sosok Sederhana
25 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Nicole : Menemukan Islam dari Youtube
18 Oktober 2012 pukul 20:30 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 8 November 2012 pukul 16:00 WIB

Ismail : Islam Membuat Hatiku tak Lagi Hampa

Penulis : Redaksi KSC

Sejak kecil, Ismail begitu rajin beribadah. Ia sangat termotivasi untuk mendalami ajaran agamanya. "Keluargaku mungkin jarang ke geraja, tapi saya tidak pernah absen," kenang dia yang berasal dari Kanada. Begitu aktif, hingga ia tak berhenti untuk berbicara tentang agama. Setiap hari ia baca Alkitab, pergi ke gereja, dan menyaksikan program televisi tentang ajaran Kristen.

Rutinitas itu ia lakukan secara berulang. Pada satu titik, ada satu hal dalam dirinya yang hilang. Ia tidak mengetahui apa yang hilang dalam dirinya. Hatinya hampa. Pikirnya, ada hal yang harus diisi. Kekosongan inilah yang selanjutnya membawa dirinya kepada Islam.

"Apa yang membuat saya menjadi Muslim adalah masalah Ketuhanan Nabi Isa AS. Sepengetahuan saya, Islam menyatakan Isa itu bukan Tuhan, melainkan Nabi yang diutus kepada umatnya guna membawa risalah Tuhan," papar dia.

Bermodalkan pemahaman itu, ia selidiki ajaran Islam. Begitu mendalam ia mengeksplorasinya hingga ia mendapat satu kesimpulan bahwa Islam adalah agama yang benar. Tidak ada keraguan dalam ajarannya.

"Di sinilah saya mulai berkomitmen untuk tidak pernah meninggalkan ajaran Islam. Saya akan menjadi Muslim hingga nyawa ini kembali kepada-Nya," kata dia.

Banyak contoh yang Ismail dapat terkait kebenaran Islam. Salah satunya adalah Al-Qur'an. Kitab suci ini sejalan dengan ilmu pengetahuan. Apa yang terjadi di masa lalu, telah diceritakan dalam Al-Qur'an. Contoh lain, Al-Qur'an ini diturunkan 600 tahun setelah Alkitab. Yang menarik, kenapa kita tidak mengikuti Al-Qur'an, seperti umat Nasrani tidak mengikuti Taurat.

"Saya percaya kita mempunyai Tuhan yang sama, Allah yang kita sapa dalam bahasa Arab, Ia adalah Tuhan yang terungkap dalam Musa pada Taurat, Isa pada Alkitab, dan Al-Qur'an pada Muhammad," kata dia.

Semenjak Ismail menjadi Muslim, kehidupannya mulai membaik. Ia merasa lebih bahagia. "Ada perbedaan besar ketika saya masih non-Muslim," kenang dia.

Namun, ada satu hal menarik yang berasal dari pengalaman dirinya ketika mendalami Islam di sejumlah negara-negara Timur Tengah. Menurutnya, bagi Muslim yang berada di negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, maka akan semua orang memiliki rasa hormat terhadap Islam dan Muslim.

Kondisi itu jelas berbeda ketika berada di negara Barat. Tidak semua masyarakat Barat menghormati Islam dan Muslim. Namun, itu tidak jadi masalah ketika sebagai Muslim dapat memainkan peranan untuk mempromosikan Islam.

"Cobalah tunjukan bagaimana perilaku seorang Muslim. Insya Allah, mereka akan memahami anda," kata dia. "Semoga Allah membimbing kita semua, seperti apa yang ia lakukan pada saya," kata dia.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1245 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels