HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Bersemangat dalam Hidup
29 November 2011 pukul 11:11 WIB
Kacang Bawang
20 November 2011 pukul 14:45 WIB
Jika Suami Belum Bisa Menafkahi
19 November 2011 pukul 13:00 WIB
Perempuan dalam Perjalanan
17 November 2011 pukul 13:50 WIB
Di Mana Ada ‘Pemuda Kahfi’?
16 November 2011 pukul 11:22 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 1 Desember 2011 pukul 14:41 WIB

Matthieu Cioccocini : Hidayah itu Datang Lewat Sepak Bola

Penulis : Redaksi KSC

Islam hadir kepada Matthieu Cioccocini melalui indahnya persahabatan di lapangan bola. Anak muda ini lahir di Prancis. Kini ia kuliah di universitas Victoria Wellington, Selandia Baru.

Ia sangat berterimaksih kepada kawan kuliahnya dari Maroko, Turki, Aljazair, dan Tunisia atas hidayah yang kini telah diterima. Sebagai seorang anak kos, Matthieu banyak bergaul dengan para pemuda dari negara Islam itu. Matthieu adalah satu-satunya orang Prancis yang tinggal bersama. “Kami sering main sepak bola bersama,” ujarnya.

Ia dibesarkan dari ayah yang tidak percaya Tuhan dan ibu penganut Katolik. “Ibu juga jarang ke gereja, jadi saya tidak pernah mendapatkan pegenalan tentang agama semasa kecil,” katanya.

Ia mengetahui Islam lebih banyak ketika bermain sepakbola besama salah satu lembaga dakwah Islam. Fi sabillillah nama lembaganya. Saat waktu istirahat sehabis bermain bola tiba, mereka selalu mendiskusikan tentang Islam dan dari sanalah Cioccocini mulai tertarik dengan Islam.

Melihat ketertarikan Matthieu, salah seorang pengurus Fi Sabilillah mengajaknya ke masjid untuk mengaji. Tanpa banyak pikir panjang, memutuskan untuk ikut berdoa. Ia pun meminta pada kawan-kawannya untuk bercerita lebih banyak lagi tentang Islam. ”Saya ingin terlibat lebih banyak dalam agama ini,” begitu katanya.

Selama mempelajari Islam, ia menemukan banyak hal yang mengejutkan. Ia begitu terkesan melihat orang-orang berpuasa di siang hari di bulan Ramadhan selama satu bulan. Ia heran bagaimana mungkin seseorang bisa menahan tidak makan dan minum tapi masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Ia juga melihat hal yang begitu mengagumkan saat hari raya Idul Fitri. “Akhirnya saya memutuskan untuk belajar tentang agama ini," tuturnya. Hingga akhirnya ia pun beralih memeluk Islam.

Ketika ia menceritakan telah berpindah agama, ia terkejut orang tuanya menerima dengan tangan terbuka “Mereka mengangap saya sebagai bagian dari keluarga mereka. Itu sangat menarik. Tak ada pertentangan,” katanya.

Mereka mmebiarkan Matthieu untuk memilih apa saja yang ia yakini. Mereka justru menginginkan Matthieu untuk tinggal di masjid saja supaya hidupnya lebih aman. “Walaupun buikan muslim, mereka mengucapkan selamat karena telah menemukan Islam”.

Islam adalah obat

Menemukan Islam, baginya seperti memperoleh obat. Misalnya di penjara, ia melihat orang-orang yang berusaha menemukan Islam berhasil menjadi orang yang baik. Mereka yang mengalami kecanduan obat-obatan terlarang, alkohol, tak berhasil mengentaskan diri kecuali dengan Islam. Matthieu menyaksikan agama itu membuat mereka kembali murni. “Allah adalah dokter yang paling indah jika berhasil menemukannya,” ujarnya.

Islam telah mengajarkannya untuk bertindak dan meeperoleh pengetahuan. Kadang ia menyayangkan melihat temannya belum menemukan ketertarikan untuk menjadi seorang Muslim. Mereka justru kecanduan obat bahkan melakukan seks bebas. “Untungnya saya menemukan Islam dan membantu banyak hal dalam kehidupan saya,” katanya.

Ia bersyukur tidak mengalami masalah apapaun menjadi muslim dan menjadi warga negara Prancis. Ia mengakui di Eropa saat ini orang takut akan perkembangan Islam disana. Namun banyak pula orang Eropa yang mencoba masuk Islam.

Di Prancis, antara bisnis, agama dan negara dipisahkan seghingga sangat sulit bagi anak perempuan unuk memakai jilbab di sekolah. Bagi mereka yang sudah berkuliah, kini diperbolehkan memakai jilbab di kampus.

Orang Prancis yang pada umumnya menganggap apa yang dikatakan media tentang islam bahwa muslim adalah teroris dan poligamis itu, menurut dia tidak terjadi sama sekali.

Prancis hanya percaya pada apa yang mereka dengar, mereka tidak mencoba menacari kebenaran sendiri. “Mereka tidak mencoba untuk membuka buku. Untungnya orang-orang di sekitar saya memahami Islam tak seburuk yang mereka percaya,” katanya.

Mereka bisa melihat Islam dari cara Matthieu berperilaku sehari-hari. “Mereka tahu cara saya berperilaku dengan mereka, saya juga menjadi siswa yang baik. Mereka yakin Islam tak seburuk yang diberitkan,”ujarnya.

Menurut dia tak sulit untuk belajar Islam. “Hanya perlu membaca dan belajar. Bisa lewat YouTube dan insyaallah kau akan menemukan sesuatu tentang Islam. Insyaallah,” ujarnya.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka
Nurliyanti dan Sisminto menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Salsabila | Mahasiswi
Subhanallah... Walhamdulillah... Sarana dari KSC lengkap banget. Semoga bermanfaat buat kita. Amin...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1999 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels