Ali Bin Abi Thalib : "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan, tapi ilmu bertambah apabila dibelanjakan."
Alamat Akun
http://redaksi.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Cyber Mujahid
KotaSantri.com merupakan singkatan dari Komunitas Santri Virtual yang terdiri dari gabungan 3 elemen kata, yakni Kota, Santri, dan .com. Kota merupakan singkatan dari KOmuniTAs, yang artinya tempat, sarana, atau wadah untuk berkumpul. Santri merupakan sebutan bagi netter yang ingin berbagi dan menuntut ilmu melalui dunia maya (internet). Sedangkan .com adalah …
http://kotasantri.com
Tulisan Redaksi Lainnya
Menumbuhkan Kekuatan Mental
25 Maret 2010 pukul 20:00 WIB
Di Mana Letak Kebahagiaan?
9 Maret 2010 pukul 20:50 WIB
Satu Jam Saja
2 Maret 2010 pukul 17:00 WIB
Muslimah Harus Melek Teknologi
25 Februari 2010 pukul 20:45 WIB
Bilik
Bilik » Mualaf

Kamis, 25 Maret 2010 pukul 22:00 WIB

Abdul Malik : Memperoleh Hidayah Setelah Dipenjara

Penulis : Redaksi KSC

Masa lalu yang dilalui Abdullah Abdul Malik sangatlah gelap. Sampai-sampai dia enggan lagi menyebut nama aslinya sebelum masuk Islam. Sebelum menemukan Islam, dia adalah generasi hip hop yang dekat dengan narkoba dan kehidupan brutal. Kini dia sudah berusia 28 tahun.

Ini adalah tahun kelima bagi dia dalam menikmati kehidupan Islam. Abdullah lahir dan tumbuh di Pennsylvania dalam masyarakat yang sebetulnya hidup cantik. Sepak bola adalah olah raga yang sangat digemarinya.

Begitu menginjak dewasa, dia mulai gemar mendengarkan musik rap dan film-film yang menonjolkan aksi kekerasan. Dari situ dia kemudian yakin bahwa hidup harus dijalani penuh kekerasan dan kemaksiatan. Dia pun memulai perkenalannya dengan dunia gelap. Saat itu, Abdullah merasakan kebiasaan buruknya sebagai sesuatu yang menyenangkan.

Tokoh-tokoh dalam film kekerasan dan para penyanyi rap yang identik dengan ketidakteraturan pun kemudian menjadi model panutannya. Jalan pikiran sebagian film kekerasan dan syair rap bahwa hidup adalah merampok, pun sangat mempengaruhi kehidupannya. Kini dia baru menyadari betapa bahayanya musik dan film negatif bagi kehidupan para penggemarnya.

Saat usianya menginjak bangku sekolah menengah, dia mulai berkenalan dengan marijuana (salah satu jenis obat terlarang). Tak hanya mengonsumsi, saat itu dia juga ikut menjadi pengedar barang haram tersebut. "Saat itu, saya merasa kosong. Teman yang saya punya, bukanlah teman yang sejati," ujar dia mengenang masa lalunya.

Menginjak masa remaja, kedua orangtuanya terbelit masalah finansial, kemudian pindah ke Florida. Tapi Abdullah saat itu memilih untuk tetap tinggal di Pennsylvania. Dalam kondisi tersebut, dia mengembangkan perdagangannya hingga masuk jaringan polisi setempat. Tahun 2004, dia harus menikmati saat yang menyulitkan di penjara.

Saat itulah dia menghentikan segala aktivitas penuh dosa. Ke luar dari penjara, dia bertemu dengan seorang berusia paruh baya yang beragama Islam. Abdullah tidak menyebutkan orang yang dimaksudkannya itu. Dia pun mulai berbicara soal Islam dengan orang itu. "Saya tanyakan ke dia, apa bisa saya memeluk Islam, tapi tetap mempercayai Yesus," kata Abdullah.

Orang yang ditanya pun memberi jawaban yang sangat bijak. Sosok itu menjelaskan bahwa Yesus adalah orang yang punya kedudukan tinggi dalam agamanya, tapi bukanlah Tuhan. Abdullah menjelaskan bahwa orang itu mengungkapkan, Islam mengakui seluruh nabi mulai dari Adam AS hingga Muhammad SAW. Sedangkan Tuhan orang Islam hanyalah satu Yang Maha Esa dan tidak ada pembandingnya.

Percakapan ini sangat menyentuh hatinya. Pemikiran dan jalan hidupnya pun mulai berubah. Suatu malam, orang itu memberinya Al-Qur'an untuk dipelajari. "Saya berterima kasih kepadanya, dan mulai membaca Kitab pemberiannya," ujar dia. Hidayah pun turun kepadanya. Dari Al-Qur'an, dia menemukan banyak sekali kebenaran dan Islam.

Kini, dia menjadi penjaga sekolah dan punya rencana untuk bisa keliling dunia untuk membantu orang-orang bernasib kurang beruntung sambil berdakwah. "Ketika Anda hidup keliru, kemudian menemukan kebenaran, maka kebenaran itu tampak sangat terang," tutur dia. Atas hidayah yang diterima, dia pun mengaku sangat bersyukur. Dia telah berhasil mengubah kehidupannya dari jalanan, menuju penjara, dan akhirnya berlabuh dalam Islam.

Dari Republika Online

http://kotasantri.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Achmad Husaery | swasta
Alhamdulillah, dengan adanya KotaSantri.com kita bisa melakukan Introspeksi diri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1038 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels