|
QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
|
|
|
http://kotasantri.com |





Kamis, 25 Februari 2010 pukul 20:45 WIB
Penulis : Redaksi KSC
Teknologi. Apa yang terbayang di balik kepala kita saat sebaris kata itu muncul? Bisa alat-alat elektronik dengan spesifikasi menakjubkan, bisa mobil-mobil sedan keluaran terbaru, atau bisa juga roket penembus angkasa dengan manusia melayang-layang di dalamnya. Yang pasti, semua yang berbau "High Class", maka itulah teknologi. Teknologi, pada saat ini menjadi barang yang boleh jadi, sudah bukan sesuatu yang membuat mata atau hidung kita alergi lagi mendengarnya. Setiap perputaran hidup kita, saat ini, dengan atau tidak kita sadari, dikelilingi oleh teknologi. Lihat saja mesin cuci di pojok ruang belakang rumah kita, lemari pendingin yang menjulang di sisi dapur kita, atau microwave, si- "kotak ajaib" sebagai alat bantu masak kita. Semuanya adalah bagian dari teknologi.
Terlebih saat ini, dengan era internet yang disebut juga sebagai era Information Technology (IT). Semua hal dapat dengan mudah kita dapatkan. Akses informasi seperti tak mengenal ruang dan waktu, tersaji dalam hitungan sepersekian detik. Subhanallah! Dari mulai resep masakan, sampai informasi terbaru Rekayasa Genetik misalnya, dapat kita temukan melalui internet.
Memasuki era teknologi, mau tidak mau, kita selaku komponen dari banyaknya komunitas Dunia harus mulai terbiasa dengan hal ini. Khususnya Teknologi Informasi, yaitu internet tadi. Karena lalu lintas informasi dari setiap sisi kehidupan di Dunia ini dapat kita temukan melalui internet. Komunikasi virtual, yang di antaranya tersaji dalam fasilitas e-mail, chatting, dan mailing list memudahkan kita berhubungan dengan masyarakat di belahan Dunia bagian mana pun, dalam rangka menghadapi Globalisasi dan Perdagangan Bebas.
Lalu, bagaimanakah posisi kita, sebagai seorang muslimah dalam rangka menghadapi era Teknologi sekarang ini? Jawabnya sangat banyak. Muslimah, yang pada hakikatnya adalah tiang sebuah negara, pembangun generasi yang akan meneruskan perjuangan ini di kemudian hari, harus mengerti teknologi. Karena kita hidup pada masa dimana anak-anak kita semakin sering bergesekan dengan teknologi. Lantas, darimana mereka akan belajar mengenal teknologi dengan baik, kalau bukan dari kita yang berperan mewujudkan madrasah pertama bagi anak-anak kita?
Selain itu, wanita pada masa ini juga dituntut untuk meningkatkan keterampilannya dalam menghadapi dunia kerja. Karena hampir semua yang ada pada pekerjaan berhubungan dengan teknologi. Termasuk juga pekerjaan Rumah Tangga kita, seperti yang sudah disinggung di atas. Dengan menguasai teknologi juga, kita tidak akan mudah ditipu orang. Karena banyak kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan fasilitas-fasilitas teknologi.
Para ahli bahkan mengatakan, "Siapa yang tidak menguasai teknologi, harus siap terpental dari kehidupan." Yang terpenting bagi kita, keharusan menguasai teknologi tidak terbatas apakah dia pria atau wanita. Teknologi adalah untuk dipelajari semua lapisan dan kelompok manusia. Termasuk kita, seorang wanita muslim. Agar kita tidak terpental dari kehidupan, seperti yang dikatakan para ahli tersebut. Maka, mulailah sekarang untuk belajar banyak mengenai teknologi. Agar tidak ada lagi istilah "Gaptek" (Gagap Teknologi) dalam menghadapi kehidupan ini.
TMQ-12/II/0402
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Redaksi KSC sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.