|
Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
|
|
arialende@yahoo.com |
|
|
arialende |
|
aryanto0674@yahoo.co.id |





Senin, 5 Agustus 2013 pukul 23:00 WIB
Penulis : Aryanto Abdul Latif
Ketika masih dalam naungan Ramadhan
Lihatlah
Berjuta kepala yang tiada bersujud kembali tersungkur sujud
Lidah yang tak terbiasa berdzikir, kembali melafadzkan namaNya
Ayat-ayat Al-Qur'an kembali terlantunkan dari berjuta lisan di setiap tempat pijakan kaki
Tangan-tangan kembali ringan bergerak untuk berbagi
Beribu macam hawa nafsu tertahankan
Beraneka jenis penyakit hati terobati
Ketika Ramadhan pergi
Lihatlah
Sujud, dzikir, dan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an pun pergi
Berbagi kembali sulit dilaksanakan
Hawa nafsu kembali diturutkan
Penyakit hati seakan kembali terserang
Bukan
Seberapa banyak bersujud
Bukan
Seberapa lama berdzikir
Bukan
Seberapa kali tamat terlantunnya ayat-ayat Al-Qur'an
Bukan
Seberapa seringnya berbagi
Bukan
Seberapa kuat hawa nafsu tertahankan
Bukan
Masalah penyakit hati terobati
Tapi
Tetap membekas semua itu setelah Ramadhan pergi
Tetap dilakoni rutinas itu dalam setiap titian langkah hidup
Itulah kemenangan yang sesungguhnya bagi muslim yang bershaum
Borong, menjelang hari raya Idul Fitri 1434 H.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aryanto Abdul Latif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.