|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|
|
arialende@yahoo.com |
|
|
arialende |
|
aryanto0674@yahoo.co.id |





Jum'at, 30 September 2011 pukul 18:00 WIB
Penulis : Aryanto Abdul Latif
Kala itu, 20 Mei 2011 malam
Saat itu, ternampakkan suasana:
Malam yang kian menyepikan rasa
Rembulan yang semakin membunuh kegelapan
Bintang yang setia mengindahkan malam
Semua itu mengiringi dan mewarnai
Kelahiran seorang insan, Titipan Ilahi
Kehadiran sang anugerah terindah dariNya, bukti kemahabesaranNya
Sujud syukur seiring tetesan keharuan di sudut mata, pun senyum gembira terkulumkan, sambut kehadirannya
Terbersit harapan dalam hati
Ingin kelak ada kemanfaatan dirinya dalam melakoni setiap peran hidup
Laksana bunga mewangikan, pun mengindahkan dalam pandangan setiap jiwa.
Aamiin ya rabbal alamin.
Puisi ini digoreskan untuk putri ke-2 (Naura Mufidah Arfiyani).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aryanto Abdul Latif sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.