|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|





Jum'at, 5 Juli 2013 pukul 21:00 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Terlena,
Kau tegak di puncak keangkuhan
Tanpa sejenakpun kau tundukkan
Wajahmu yang tengadah
Menantang langit bertitah
Terlena,
Kau berdiri dengan sebongkah dagu
Teramat tinggi kau acungkan tanpa ragu
Seolah langit telah membatu
Di bawah kerdil jemari kakimu
Menunduklah
Tuk sejenak tentukan arah
Karena ketika iblis telah mencumbu nurani
Dan mengecup bilah-bilah hati
Maka takkan pernah lagi terjemah
Sebaris lirik pada syair-syair berdarah
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.