|
Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
|





Jum'at, 21 Juni 2013 pukul 22:00 WIB
Penulis : Rahmatan Idul
Terdengar senandung angin basah
Di ujung malam yang gelisah
Menghembuskan nada-nada rindu tak berperi
Mengalun indah di antara pucuk-pucuk cemara
Lalu senyap bersama daun-daun yang berguguran
Duhai angin malam
Kutitipkan rindu ini kepadamu
Hembuskanlah ia ditiap helai nafasnya
Bisikanlah ia di tiap relung jiwanya
Hingga tak lagi tersisa ruang di hatinya
Kecuali untukku
Dan hanya untukku
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.