Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://at-than.kotasantri.com
Bergabung
12 November 2009 pukul 18:07 WIB
Domisili
Makassar - Sulawesi Selatan
Pekerjaan
Mahasiswa
Tulisan Rahmatan Lainnya
Sebuah Rasa
10 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Sebuah Permulaan Kecil
29 April 2013 pukul 23:00 WIB
Bintang Laut
26 April 2013 pukul 22:00 WIB
Cinta Matahari
12 April 2013 pukul 21:00 WIB
Sepenggal Bulan untuk Malam yang Telah Mati
8 April 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Senin, 20 Mei 2013 pukul 12:00 WIB

Biarkan Aku Berdiri di Atas Lumpuhku

Penulis : Rahmatan Idul

Ya, aku tahu, aku pernah memintamu berjanji untuk selalu di sisiku dalam gelap ataupun terangku. Namun bukankah juga pernah kukatakan kepadamu bahwa suatu saat kau kan mendapati sisi lain dari diriku, sisi yang kutahu kan membuatmu sering terluka?

Cahaya, seperti yang pernah kukatakan kepadamu, aku adalah lelaki pencemburu yang terlalu posesif. Kurasa, saat ini kau baru benar-benar mengerti apa yang kukatakan itu. Aku tak pernah bisa menahan sejumput sakit saat seseorang bisa membuatmu begitu senang, begitu bahagia. Bukan karena aku tak ingin melihatmu bahagia. Tidak, bukan. Aku hanya tak bisa menahan sakit saat seseorang bisa selalu ada untukmu atau melakukan sesuatu untukmu, sementara aku hanya bisa terdiam di sini, mendengar kau bercerita tentang semua itu, dan kau bahagia. Ya, aku hanya ingin menjadi satu-satunya yang bisa membuatmu sebahagia itu. Tapi aku tahu, semua lelucon ini hanya kan membuatmu bersedih.

Namun, tenang saja, Cahaya. Aku akan membuat ini mudah bagimu. Tinggalkan aku sekarang, selagi hati ini masih cukup kuat menahan semua sakit yang kutahu kan meluluhlantakkan kelelakianku. Lagi-lagi seperti yang pernah kukatakan kepadamu, “Bila akhirnya cinta ini menyakitimu, berjanjilah untuk menjauh dariku. Karena tiap tetes airmata yang mengalir di pipimu, kan meluruhkan semesta hatiku.”

Dan aku takkan membencimu, Cahaya, takkan pernah. Aku kan tetap di sini, sedikit menjauh, berdiri di atas lumpuhku. Namun, aku kan tetap tersenyum mengiringi tawa bahagiamu tanpaku. Putuskanlah jalan apa yang selanjutnya kan kau tempuh. Karena kau pantas untuk mengecap kebahagiaan tanpa batas, tanpa aku.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmatan Idul sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Anna Fathimah Zakaria | Staf Pengajar
Baru saya sadari, ternyata KotaSantri.com tidak saja memperluas silaturrahim saya dengan teman-teman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia (dan mungkin juga luar Indonesia, insya Allah), tapi juga mendidik saya untuk berperilaku lebih baik dan lebih Islami lagi serta mengajarkan saya banyak pengetahuan. Subhanallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.4524 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels