HR. Ahmad & Al Hakim : "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya. "
Alamat Akun
http://everist.kotasantri.com
Bergabung
5 Juni 2009 pukul 23:32 WIB
Domisili
-
Pekerjaan
Buruh Migran
kepak_camar
Tulisan Mega Lainnya
Rindu
14 Januari 2013 pukul 14:00 WIB
Mutiara
25 Juni 2010 pukul 19:15 WIB
Konflik Diri
9 Juni 2010 pukul 20:45 WIB
Bilik
Bilik » Goresan

Senin, 28 Januari 2013 pukul 22:00 WIB

Esok Jika Aku Digantung

Penulis : Mega Everistiana Wati

anakku, yang kutahu ibu hapal rasa getir kehidupan
karena terlahir miskin hingga tak bisa menyusun kata-kata
untuk membela diri dalam kalimat canggih
untuk kenal ayat-ayat hukum
tapi paham perbedaan hitam putih
benar dan salah warna-warna dasar
menurut nurani tapi benar memang benar
di manapun nurani hari ini
selalu tersingkir seperti orang-orang miskin

kaum elite presiden menteri direktur jenderal
dan intelektual di menara di gedung-gedung
tak paham bahasa kromo sederhanaku
mereka punya bahasa sendiri
ibu buruh perempuan terlalu awam
kupaham lalu di satu negeripun
orang bicara berbagai bahasa
tak saling mengerti bahkan pura-pura tak mengerti
tapi lancar bicara ketika mereka berdebat memperjualkan manusia

hari ini maut
menantiku di tali gantungan
di jari uang berkuasa
makhluk asing terlalu asing bahasa hati
tapi dunia digenggam mereka mengancam manusia
di mata mereka manusia itu barang dagangan
yang kalah hanya pantas jadi budak
di mata mereka melawan sama dengan kejahatan melanggar yang disebut hukum

maka semestinyalah aku harus bisa belajar kalah
sebelum mengacungkan tantangan
memulai pemberontakan membela nurani
dan hakekat kebenaran demi tegakkan keadilan

esok
kalau aku dibunuh atas nama keadilan
atas nama hukum atas nama kebenaran
kuharap kau masih mau menyisihkan detik
dan bertanya makna atas nama
masih mau bertanya bagaimana
memulangkan bumi ke tangan kehidupan
kuharap kau masih mau bertanya
makna sejati dan layakkah ibu perempuan desa digantung
manusia telah menggantung peradapan dan kemanusiaan

esok kalau ibu digantung
ibu tentu tak menangis orang miskin tak lagi punya air mata

nah, anakku
kuminta kaupun tak menangis seperti ibu didewasakan duka
seperti beberapa teman ibu diancam mati mereka tak menangis
menatap bumi mengiris membedah ketidakadilan
hingga detik penghabisan asah nurani asah hatimu
bahwa manusia seharusnya tak terbunuh!

Puisi ini saya dedikasikan untuk semua BMI yang dibunuh oleh ketidakadilan manusia.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mega Everistiana Wati sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

agung sutrisno | PNS
Isinya bagus, ringan, gampang dibaca, dan menyentuh kehidupan sehari-hari. Keep on good works!!!
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0998 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels