|
QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
|





Senin, 14 Februari 2011 pukul 18:00 WIB
Penulis : Febi Robianti
Bila detil tak dapat dipahami sebagaimana butiran pasir,
manakah cara terbaik menyisiri pantai-Mu,
Kekasih
Bila kabut terlalu tebal untuk kususut,
manakah arah terbaik menjenguk asma-Mu?
Hariku yang sekian ini masih berulang
Namun, manakah bila yang pantas untuk kuhidangkan
pada-Mu saja?
Sayup kubuka sabda suci-Mu
Lalu…
terhantarlah segumpal bebat yang menawar-nawariku
pada jalan yang sama sekali asing:
Juang tak serupa para pelaga nusantara
Kutimbang akal dan rasa
Menggauli tanda dengan cemas dan do’a
aku ini orang beriman!
maka catatlah:
“Bila genderang lamat ditabuh musuh,
(fajar maupun senja)
harap usah sisakan banda
usah pula sebaris jeda
(antara aku dan Badar-Mu)
Ya!
Bukankah yang pasti hanya janji Engkau, Kekasih?”
Maka, jadikanlah aku pejuang
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febi Robianti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.