|
HR. At-Tirmidzi : "Pena (takdir) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan."
|





Rabu, 12 Oktober 2011 pukul 11:55 WIB
Penulis : Febi Robianti
"(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu." (QS. Ar-Ra'du : 23).
Membaca kalam suci di atas, merupakan dambaan setiap muslim untuk dipersatukan dengan keluarganya dalam jannah. Betapa akhir yang membahagiakan. Inilah happy ending yang sebenarnya. Lebih pasti dari janji asuransi mana pun. Lebih indah dari kisah dongeng negeri apa pun.
Seperti The Little Prince yang mendapatkan setangkai mawar di planetnya. Si bunga tak pernah memilih untuk dinamakan mawar, untuk tumbuh di sebuah planet antah berantah. Yang ia tahu ia hidup. Ia menjelma sebagai rumpun mawar. Kita pun tak pernah memilih untuk dicipta sebagai manusia dan ditempatkan di sebuah keluarga. Yang kita tahu kita hidup.
Menjelang besar kita kenal Qur'an dan diingatkan pernah berjanji untuk membenarkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Rabb. Dulu. Ketika itu kita masih dalam bentuk ruh.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",{Qs. Al A'raaf: 172}
Allah… alangkah besarnya kecintaan-Mu kepada kami. Membuktikan sebagai khalifah di bumi? Kau sediakan perangkat dengan lengkap. Udara, air, tanah, hewan, tumbuhan, tata surya dan gemintangnya yang megah. Langit dan bumi beserta isinya. Menciptakan sebuah nation? Kau sediakan keluarga.
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.(Qs. Ath Thuur: 21)
Keluarga yang memiliki keterikatan iman. Keimanan yang benar tak hanya sangkaan belaka. Keimanan yang bersambung dengan Rasul-Mu yang agung.
Wahai, Rabb… aku hanya insan lemah. Satu individu dalam sebuah keluarga. Tak ingin imanku disangka buih. Tak ingin amalku tersapu angin. Tak akan kuubah titah sabda-Mu. Yang kuingin, kelak dibangkitkan dalam barisan pejuang-Mu. Bersama keluargaku.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febi Robianti sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.