HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Jangan Berbuat Syirik
6 Januari 2010 pukul 18:40 WIB
Shalat Istikharah
2 Desember 2009 pukul 17:15 WIB
Bersyukurlah kepada Allah SWT
28 Oktober 2009 pukul 17:49 WIB
Terima Kasih Kesalahan
17 Oktober 2009 pukul 20:00 WIB
Cinta Ilmu dan Nasehat
7 Oktober 2009 pukul 17:05 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 10 Februari 2010 pukul 18:33 WIB

Gunung, Tanda 'Tangan' Allah

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

"Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali..." Nyanyian ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. Nyanyian yang mengisyaratkan bahwa manusia "bersahabat" dengan gunung dari sejak kecil, sehingga kata "gunung" bukan lagi kata yang begitu asing. Bahkan ketika duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), belajar yang pertama kali diajarkan oleh guru adalah menggambar dan menyanyi tentang gunung. Sehingga ketika melihat gunung, dapat dipastikan, tidak lagi merasa aneh dan bertanya-tanya.

Gunung, menurut fisikawan, adalah bagian permukaan bumi yang menonjol lebih tinggi dari daerah sekitarnya, umumnya terbentuk akibat gerakan kulit bumi. Lapisan padat kerat bumi, katanya, dapat mencapai ketebalan sekitar 60 kilometer. Lapisan tersebut dapat meninggi, sehingga membentuk gunung-gunung, atau menurun menjadi dasar lautan dan samudera. Gerakan ke bawah membentuk cekungan dan kemudian terisi dengan endapan laut berubah menjadi batuan. Lalu gerakan ke atas mengangkat batuan lebih tinggi dari daratan sekelilingnya.

Apa yang dikemukan fisikawan dapat dibenarkan, karena Allah sendiri melukiskan gunung dalam kitabNya sebagai pasak, yaitu paku atau tonggak besar (QS. An-Naba' [78] : 7). Fungsi gunung sebagai tonggak besar adalah untuk menjadi penyangga agar bumi tidak mengalami keguncangan. Dalam sejarah diceritakan, bahwa Masyarakat Arab dahulu dikenal sebagai saudagar (pedagang). Merupakan suatu kebiasan bagi mereka berdagang dengan berpindah-pindah, dari satu daerah ke daerah lain, dan kemah menjadi tempat mereka melepaskan lelah di malam hari. Untuk memasang kemah, diperlukan tali-temali dan pematok yang kuat supaya kemah tidak terbang di tiup angin.

Apa yang telah dilakukan para saudagar Arab saat musafir dengan menjadikan kayu besar sebagai pematok, seperti itulah gunung-gunung diciptakan Allah untuk menjadi penyangga agar bumi tidak goyang. Dengan adanya gunung, maka tercipta keseimbangan dalam penciptaan bumi ini. Sangat Mahabijaksana Allah mengajak manusia untuk memperhatikan gunung sebagai tanda "tanganNya".

Dalam Al-Qur'an, surat Al-Fathir [35] ayat 27, Allah SWT menunjukkan keistimewaan gunung. Dia berfirman, "Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan dari langit (hujan), lalu Kami mengeluarkan dengannya buah-buahan yang beraneka macam warnanya. Di antara gunung-gunung (terdapat) garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat."

Ayat tersebut sangat menakjubkan dan mengandung muatan untuk direnungi oleh manusia. Sehingga, tidak salah, para fisikawan meneliti kandungan apa yang terdapat dalam bermacam-macam warna yang terdapat pada gunung. Ternyata, warna gunung yang bermacam-macam itu disebabkan perbedaan materi yang dikandung oleh bebatuannya. Jika materinya besi, maka warna dominannya adalah merah; jika materinya batubara, maka warna dominannya adalah hitam; jika materinya perunggu, maka warna gunung tersebut berwarna kehijau-hijauan.

Subhanallaah, penciptaan Allah yang indah tersebut tidak hanya sampai di situ saja. Allah dalam kalamNya juga mengkaitkan pegunungan yang beraneka macam warna tersebut dengan buah-buahan. Pepohonan yang disiram dengan air yang sama namun mampu menghasilkan buah yang berbeda, disebabkan oleh pegunungan yang beraneka ragam warna.

Disamping itu, sebab lain yang menjadikan pegunungan itu beraneka ragam warna, dikarenakan berasal dari satu materi yang sama di dalam perut bumi. Yaitu magma yang muncul di pelbagai kawasan bumi. Tapi, kemunculan magma tersebut dari kedalaman yang berbeda, maka kandungannya pun menjadi berbeda juga. Magma yang berproses dari kedalaman yang berbeda, pada akhirnya, mengkristal membentuk gunung-gunung yang beraneka ragam warna dan materinya. Itulah bukti keagungan dan kesatuan hukum Allah.

Apa hikmah yang dapat kita (masyarakat awam) tinjau dari penciptaan gunung? Jika kita bercermin, hubungan penciptaan gunung yang beraneka ragam warna dengan kehidupan kita, dapat dikatakan tidak jauh berbeda. Manusia juga pada dasarnya berasal dari materi yang sama (tanah), tapi bisa berbeda keahliannya. Bahkan, ada yang lebih menakjubkan sekali dalam ketentuan Allah, terkadang memiliki keahlian yang sama, namun rezeki yang dimilikinya berbeda. Subhanallaah, melihat sunnatullah yang telah ditetapkanNya.

Adapun hikmah lain yang dapat kita petik dari tanda "tangan" Allah yang dianalisa melalui gunung, bahwa Allah menjadikan gunung dengan menjulang tinggi ke atas sebagai rambu-rambu buat manusia yang sedang melakukan musafir atau perjalanan, baik melalui udara, lautan, maupun daratan. Untuk dapat mencapai ke puncuk gunung harus dengan mendaki, ini mengisyaratkan bahwa untuk mencapai cinta Allah juga harus dengan jalan mendaki.

Pendakian tersebut dilukiskan Allah dalam kitabNya, "Maka tidakah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang." (QS. Al-Balad [90] : 11-17).

Perjalanan yang dilukiskan Allah tersebut, pada awalnya saja mengalami kesulitan, tetapi setelah sering dilalui, maka akan terasa mudah walau banyak rintangan yang menghalang. Seperti itu juga para pendaki gunung. Awalnya mereka mengalami pelbagai kesulitan, namun jika telah terbiasa, kegiatan tersebut tidak pernah dirasa sulit, tapi malah dijadikan hobi. Ketika pendaki telah sampai di puncak gunung, keasrian bumi akan terbentang luas, sehingga akan merasa takjub, dikarenakan pemandangan yang dilihat tidak seperti pemandangan ketika berada di bawah ataupun di lereng gunung.

Begitu juga yang akan dirasakan hamba Allah yang telah mencapai klimaks atau puncak cintaNya. Kemahabesaran Allah akan semakin menancap dalam kalbunya, sehingga benar-benar melihat ciptaan Allah tanpa ada cacat sedikit pun. Mahabesar Allah, hanya dengan melukiskan gunung untuk kita renungkan, sudah mampu membuat kita takjub tak habis-habisnya. Namun, mampukah kita mengajak saudara kita untuk melihat tanda "tangan" Allah ini?

Referensi :
1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Qur'an Jakarta.
2. Khaoruddin Hadhiri SP, Klasifikasi Kandungan Al-Qur'an, Gema Insani Press Jakarta, Cetakan IX, September 1993.
3. M. Quraish Shihab, Dia Dimana-mana "Tangan" Tuhan Dibalik Setiap Peristiwa, Lentera Hati Jakarta, Cetakan II, Mei 2002.
4. Harun Yahya, Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur, Globalmedia Jakarta, Cetakan II, Maret 2004.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Arry Rahmawan | Penulis dan Trainer
Subhanallah, akhirnya KotaSantri.com semakin berkembang. Artikelnya bagus dan dapat menambah wawasan kita semua. Maju terus KotaSantri.com... ^^
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1083 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels