Ali Bin Abi Thalib : "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusan sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan kejahatan, dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Iman dan Bermanfaat Bagi Orang Lain
16 September 2009 pukul 18:20 WIB
Refleksi Aktivitas Puasa Ramadhan
26 Agustus 2009 pukul 18:00 WIB
Rahasia Basmalah
22 Juli 2009 pukul 17:11 WIB
Saatnya Berlomba-Lomba dalam Kebaikan
24 Juni 2009 pukul 18:45 WIB
Jangan Sentuh Ghibah
29 April 2009 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 7 Oktober 2009 pukul 17:05 WIB

Cinta Ilmu dan Nasehat

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Ramadhan telah meninggalkan kita lebih dari 15 hari. Perginya Ramadhan tentu meninggalkan kesan sangat berarti. Di antara kesan itu adalah membuat bercahayanya hati. Cahaya itu tumbuh tanpa kita sadari. Kehidupan yang kita lakukan penuh dengan ibadah untuk mencari ridha Ilahi. Al-Qur'an yang selama ini sulit terbaca, selama bersama Ramadhan menjadi rajin dilantunkan. Shalat sunnah yang selama ini jarang dikerjakan, selama bersama Ramadhan membuat kita tersihir untuk rajin dan bahkan tak putus setiap malam dilakoni. Pertanyaan yang timbul, dari manakah sumber enegi kekuatan ibadah tersebut?

Jawabannya, karena kecintaan kita terhadap ilmu dan nasehat. Pagi, sore, dan malam kita mendapatkan ilmu dan nasehat yang disampaikan oleh alim ulama, baik di televisi maupun di mesjid. Ilmu dan nasehat itu tak lupa membuat kita menjadi ahli ibadah yang produktif. Semua itu karena kecintaan kita terhadap ilmu dan nasehat, yang dapat membuat hati kita berkilau, sebagaimana dikatakan Rasulullah SAW, "Bergaulah dengan ulama dan dengarkanlah perkataan hukama. Maka sesungguhnya Allah SWT menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan."

Dekatnya dengan ulama dan aktifnya mendengarkan perkataan hukama, juga akan menjadikan kita makin takwa kepada Allah SWT, karena posisi ulama sebagai al-warasatul anbiya', yaitu pewaris nabi yang tak pelak lagi selalu mengajarkan apa yang dititipkan oleh Rasulullah untuk diajarkan kepada umatnya. Lantas, siapakah yang dikatakan hukama? Dalam syarah kitab Nashaihul 'Ibad yang dikarang oleh imam Nawawi Albantani disebutkan, bahwa hukama adalah ahli hikmah yang mengetauhi Zat Allah SWT, ucapan dan perbuatan ahli hikmah selalu selaras dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Sedangkan hikmah adalah ilmu yang bermanfaat. Adapun ulama adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya.

Bergaul dengan ulama sudah dapat diprediksikan, kita akan selalu menemukan ilmu-ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Selain itu, kita pun akan mendapatkan percikan kilauan kemuliaan, karena sosok ulama tak pelak lagi akan selalu mulia di mata manusia. Cukup banyak karunia Allah yang akan ditemukan saat bergaul dengan ulama.

Selain bergaul dengan ulama, kita juga harus aktif mendengarkan perkataan hukama, agar kita makin dekat dengan Allah, karena ahli hikmah akan selalu menata hatinya untuk selalu tunduk dan patuh sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT. Bahkan, hukama akan senantiasa memiliki sifat seperti sifat Allah. Ia sungguh-sungguh memantapkan diri untuk menyatakan bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, karena izin Allah. Awal dan akhir pekerjaan senantiasa berdo'a dan menyerahkan segala hasil usahanya kepada Allah SWT. Namun, seorang hukama tidak akan pernah menjadi orang fatalis, orang yang dengan mudahnya menyerahkan semua urusannya kepada Allah.

Ahli hikmah tahu bahwa Allah menyuruh hambaNya berusaha dan apa yang diinginkan hambaNya sudah tentu selaras dengan apa yang diusahakan. Tapi, hukama tetap berkeyakinan bahwa usaha untuk bisa mencapai apa yang diinginkan itu datangnya dari Allah SWT.

Dikisahkan bahwa Imam As-Sahrawardiy, yaitu seorang ulama yang alim, pernah berkeliling di sekitar mesjid Al-Khaif yang ada di Mina. Saat berjalan, dia melihat seluruh tingkah laku orang yang ada di Mesjid itu. Dia pun tak luput bertanya kepada orang yang dilihatnya, mengapa melakukan aktivitas tersebut di dalam Mesjid. Setelah mendengar jawaban dari orang-orang yang ditanyanya, ia selalu berkata, "Sesungguhnya Allah memiliki dua orang yang jika memandang dan dekat dengannya akan mendatangkan kebahagian. Mereka adalah orang alim dan hukama."

Namun, kebahagiaan yang diceritakan As-Shawardiy tidak akan pernah terus ada di dunia ini, karena Rasulullah sudah memprediksikan bahwa suatu masa umatnya akan menjauh dari ulama. Rasulullah SAW bersabda, "Suatu saat akan hadir di dalam kehidupan umatku, mereka lari dari para ulama dan fuqaha. Maka Allah pun akan menimpakan tiga bencana kepada mereka; Pertama, dicabut Allah keberkahaan dari usaha mereka. Kedua, diberikan Allah kepada mereka penguasa yang dzalim. Ketiga, mereka meninggalkan dunia ini tanpa membawa iman."

Na'uzubillah, jika kita berada dalam saat atau masa yang diprediksikan Rasulullah. Karena ketika hati mati, otomatis cara berpikir kita pun tak lagi jernih bagaikan air bening. Tarbiyah sebulan bersama Ramadhan telah memberikan kita pelajaran, bahwa jika hati ingin selalu hidup dan berkilau, segeralah bergaul dengan ulama dan aktif mendengarkan perkataan hukama. Bukankah Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kamu : "Berlapang-lapanglah dalam majelis." Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuku. Dan apabila dikatakan : "Berdirilah kamu!" Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetauhan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

rainbow | Karyawan Swasta
KSC makin keren sekarang, fitur-fiturnya udah kaya FB aja. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1180 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels