Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://sylvia-nurhadi.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Ibu RT merangkap Mahasiswi
Saya dilahirkan 48 tahun yang lalu sebagai anak ke 3 dari 8 bersaudara. Sebagai anak tentara saya sering berpindah-pindah tempat tinggal. Saya menyelesaikan sekolah dasar di SD Besuki Jakarta, pendidikan menengah pertama di Sekolah Indonesia Kuala-Lumpur (SIK), Malaysia sementara SMA saya selesaikan di SMA 5 Bandung. Usai menempuh pendidikan tinggi …
http://vienmuhadi.wordpress.com
Tulisan Sylvia Lainnya
Hadits dan Perang Pemikiran
29 Juli 2009 pukul 17:08 WIB
Hakikat Ilmu
27 Mei 2009 pukul 18:35 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 19 Agustus 2009 pukul 17:16 WIB

Agar Puasa Tidak Mubazir

Penulis : Sylvia Nurhadi

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2] : 183).

Bulan Ramadhan sebentar lagi akan tiba. Sebagian besar umat Islam tentunya telah menyadari kewajiban melaksanakan salah satu rukun Islam ini. Namun sudahkah puasa yang kita laksanakan tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkanNya?

Tidak seperti ibadah-ibadah lain seperti shalat, zakat, dan lain-lain, puasa adalah satu-satunya ibadah yang tidak mungkin diketahui orang lain. Puasa adalah hubungan langsung dengan Tuhannya, karena hanya Dia dan orang yang bersangkutanlah yang mengetahui apakah ia berpuasa atau tidak.

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (QS. Qaaf [50] : 16).

***

Tiga Macam Tingkatan Puasa

Para ulama sepakat bahwa puasa terbagi atas 3 tingkatan, yaitu :

1. Puasa yang dibangun di atas pengertian menahan makan dan minum saja. Puasa semacam ini tidak akan mengakibatkan perubahan atau peningkatan spiritual, sebagaimana pernyataan sebuah hadits, ”Banyak orang yang melakukan shaum (puasa) akan tetapi tidak ada hasil untuknya kecuali haus dan lapar saja."

2. Puasa yang dibangun dengan pengertian dan pemahaman yang benar, yaitu mengendalikan segala perbuatan yang bersifat keduniawian, seperti menahan nafsu makan, minum, syahwat, amarah, dan juga dari perbuatan dan perkataan kotor.

3. Puasa yang tidak hanya mengendalikan segala perbuatan keduniawian saja, namun juga menahan hati dari mengingat selain Allah.

***

Pengertian Takwa

Berdasarkan surat Al-Baqarah ayat 183 di atas, jelas dapat diketahui bahwa puasa yang dimaksud adalah puasa yang dapat mengakibatkan manusia menjadi takwa. Lalu seperti apakah manusia yang takwa itu? Manusia yang takwa adalah mereka yang takut akan Tuhannya, dalam arti ia takut ditinggalkan olehNya, takut tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayangNya. Manusia bertakwa adalah mereka yang membersihkan diri dari segala yang tidak disukai Tuhannya. Untuk itu, ia rela menjauhi segala larangan dan mengerjakan segala perintahNya. Manusia yang takwa bersyukur atas nikmat yang diberikan dan bersabar atas musibah yang menimpanya. Dan itu dilaksanakan setelah berijtihad, yaitu berupaya keras dan maksimal agar mencapai apa yang diinginkannya sesuai dengan ketentuanNya.

“Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah [2] : 177).

Sedangkan imbalan yang akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaaq [65] : 2-3).

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaaq [65] : 4).

Ciri-ciri orang takwa terlihat jelas dari perilakunya, mereka tidak berpenyakit hati (sombong, dengki, iri, riya, dan lain-lain), berakhlakul kharimah atau mempunyai akhlak yang baik, dan hidupnya senantiasa tenang dan tentram.

Sebagai kesimpulan agar puasa mencapai takwa, beberapa persyaratan selain menahan nafsu makan, minum, dan syahwat, maka harus dipenuhi hal-hal antara lain :

- Puasa karena iman.

- Meninggalkan ucapan dan perbuatan kotor, termasuk di antaranya adalah meninggalkan ‘ghibah’ (membicarakan kejelekan orang lain) dan menghindari pertengkaran.

- Melakukan ibadah-ibadah sunnah seperti dzikir, membaca Al-Qur'an, melaksanakan shalat-shalat sunnah (Tarawih, Tahajud, Dhuha, dan lain-lain).

- Memberi makan dan minum bagi orang yang berpuasa ketika waktu berbuka.

- dan lain sebagainya.

Sebagai tambahan, ada hadits yang mengatakan bahwa tidak diterima puasa orang yang tiga hari menjelang puasa (Ramadhan) tidak bertegur sapa dengan pasangannya (suami-istri) ataupun tetangga terdekatnya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepadaNya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran [3] : 102).

Wallahu a’lam bishshawab.

http://vienmuhadi.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sylvia Nurhadi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ridwan | Mahasiswa
Mari kita jalin silaturahmi dan ukhuwah di KSC ini. Mudah-mudahan kita semua dapat tambahan ilmu dan manfaat. Aamiin.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.2780 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels