Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Why Not Now?
18 September 2013 pukul 20:00 WIB
Memberikan Impact dengan Aksi
12 September 2013 pukul 20:00 WIB
Waspada dengan 3 Ketakutan
7 September 2013 pukul 22:00 WIB
Kebiasaan Berwacana
6 September 2013 pukul 20:00 WIB
Mengingat Usia dalam Berkarya
31 Agustus 2013 pukul 20:20 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 24 September 2013 pukul 20:00 WIB

Pentingnya Memiliki Guru yang Tepat

Penulis : Arry Rahmawan

Sudahkah kita menuliskan apa yang ingin kita capai dalam hidup, karir, maupun target-target bisnis kita? Sebuah langkah pertama untuk bisa menjadi pribadi yang produktif dan mampu meraih apa yang kita impikan adalah menuliskannya. Dengan menuliskannya, kita dapat mengetahui apa sih sebenarnya yang ingin kita kejar, dari situ kemudian kita tahu bagaimana strategi yang harus kita laksanakan untuk mencapai target yang kita tetapkan.

Jika kita tidak tahu apa tujuan dan target hidup kita, untuk apa kita hidup?

Maka jika belum memilikinya, segera tuliskan sekarang juga. Tentu saja belum terlambat. Setelah menuliskannya, tentu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar impian-impian yang kita tuliskan ini bisa tercapai.

Lima tahun perjalanan saya sebagai seorang pebisnis dan trainer membuat saya belajar cukup banyak hal tentang bagaimana meraih impian. Salah satu strategi yang paling mudah dan paling murah untuk mempercepat capaian dalam hidup kita adalah dengan menemukan dan belajar dari guru yang tepat.

Kita sekarang ini seringkali menganggap bahwa selesainya kita belajar di sekolah maupun di kuliah adalah akhir dari proses belajar. Itupun tidak semua guru (menurut kita) tepat untuk mengajarkan materi yang bagi kita membosankan sehingga menjadi sulit dimengeti. Jika itu yang kita rasakan, mengapa tidak mulai mencarinya?

Bahkan ketika kita sudah selesai sekolah/kuliah kemudian bekerja, berhentikah kita belajar? Teman-teman saya yang memiliki percepatan karir tinggi mengaku bahwa mereka memiliki guru di kantor mereka, atau bahkan mentor yang senantiasa mengajari mereka bagaimana kerja dengan baik dan tentu relevan dengan target yang sudah teman-teman saya tulis.

Mentor atau guru yang tepat itu bisa berupa teman atau kakak kelas (senior), guru/dosen, atasan, supervisor, manajer, direktur, bahkan sampai orang-orang hebat sekalipun.

Ada salah satu trainer di CerdasMulia bernama Iwan yang benar-benar dahsyat dalam mencari guru untuk membentuk dirinya menjadi seorang trainer handal. Saat dia tahu bahwa perlu percepatan dalam mengembangkan kapasitasnya, dia mulai mencari seminar atau training yang diisi oleh trainer yang sesuai dengan kriteria dia untuk diangkat menjadi guru. Dia bayar seminar itu, setelah sesi, dia dekati sang narasumber dan dia minta secara pribadi untuk menjadi gurunya. Dia mendapatkan alamat e-mail pribadi, terus di-follow up, dan ternyata kesungguhannya menjadi seorang trainer membuat sang guru menjadikannya salah satu asisten dan murid kesayangan. Dampaknya? Kapasitasnya meningkat dengan sangat pesat.

Ternyata, banyak orang hebat, penulis besar, narasumber, pembicara, yang sangat senang apabila kita meminta mereka menjadi guru kita, bahkan mentor. Kita saja yang kadang takut dan pesimis duluan bakal ditolak jika mengajukan keinginan untuk belajar dari mereka.

Contoh dalam berbisnis di masa awal yang buta, saya bersama teman-teman mencoba untuk mencari seorang guru, mentor, dan dapatlah saya dari Komunitas TDA bernama Pak Fauzie Abdullah. Namun itu belum cukup, karena pembelajaran tiada henti. Setelah kita bisa, tentu masih banyak orang yang lebih bisa dari kita untuk kita jadikan guru.

Memiliki mental pembelajar dan selalu mencari guru yang tepat seperti ini membuat kita selalu ingat kepada diri kita bahwa masih banyak dari kita yang lebih hebat. Jadi, untuk apa diri kita sombong?

Memilih guru yang tepat dapat dimulai dari mencari orang terbaik di bidang yang ingin kita pelajari. Setidaknya jika bukan terbaik secara luas, bisa dimulai dari yang terbaik di lingkungan kita. Setelah itu kita yang aktif bertanya dan belajar kepada mereka. Serap berbagai macam ilmu dan juga pelajari kebiasaan-kebiasaan mereka, dalam konteks hal yang ingin mereka pelajari.

Saya belajar dari salah satu guru saya, seorang trainer handal yang memiliki kebiasaan menulis setiap hari. Di tengah berbagai macam kesibukannya, dia masih produktif untuk menulis blog dan berbagai macam buku. Saya belajar bagaimana cara dia melakukannya, kemudian mengadopsi bagaimana dia melakukannya.

Jadi, siapakah guru Anda saat ini?

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1873 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels