|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
|
http://arryrahmawan.net |
|
contact@arryrahmawan.net |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
|
arry_tiui09 |
|
arry.rahmawan@windowslive.com |
|
arry.rahmawan@gmail.com |
|
http://twitter.com/arryrahmawan |





Jum'at, 14 Juni 2013 pukul 20:00 WIB
Penulis : Arry Rahmawan
Suatu hari, seorang teman saya pernah bercerita tentang suatu kejadian yang dialaminya. Pernah suatu kali dia membeli setangkai bunga istimewa untuk ibunya yang akan diberikan dalam hari ibu. Dia berkata dalam hatinya, "Bunga terbaik ini akan saya persembahkan untuk ibu, di hari yang tepat dan di hari yang istimewa."
Hari ibu dua hari lagi.
Lantas kemudian, pada hari itu ibunya yang menderita hipertensi merasakan sakit pada kepalanya dan kemudian tiba-tiba jatuh pingsan. Teman saya ini kemudian langsung membawa ibunya ke rumah sakit dan pada waktu itu ibunya kritis dalam waktu yang cukup lama. Sampai akhirnya ibunya sadar dan bisa mengenali teman saya setelah melewati masa kritis selama 2 hari. Sontak teman saya memeluk ibunya, dan memberikan sekuntum bunga mawar merah kesukaan ibunya, yang bisa jadi mawar yang telah dibeli teman saya sebagai hadiah untuk ibunya itu tidak akan pernah tersampaikan selamanya.
Sahabat, teman saya itu berpesan bahwa, "Jangan pernah diri kita menyimpan sesuatu untuk sebuah kesempatan yang istimewa, karena setiap dari hari kita sesungguhnya adalah istimewa." Maka, sahabat pernahkah berpikir bahwa sebenarnya apa yang akan dilakukan seorang anak jika mengetahui bahwa esok hari dia tidak akan bertemu ibunya lagi untuk selamanya? Apa yang akan dilakukan seorang mahasiswa jika mengetahui bahwa bulan depan dia tidak bisa kuliah lagi?
Banyak dari kita (termasuk saya), yang berpikir bahwa satu hari lebih istimewa di hari yang lain. Memang benar, bahwa ada hari-hari istimewa di antara hari lain, tetapi itu lebih bermakna sebagai momentum untuk membuat diri kita jauh lebih baik dari kemarin, karena sesungguhnya setiap hari kita adalah istimewa. Maka, berikanlah hal terbaik selagi kita bisa dan mampu. Setiap hari dari kita adalah istimewa, manfaatkan dengan baik, tebar manfaat, dan syukuri bahwa Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi orang yang lebih baik daripada hari kemarin.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.