|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://jamilazzaini.com |
|
http://facebook.com/jamilazzaini |
|
http://twitter.com/jamilazzaini |





Senin, 19 November 2012 pukul 10:00 WIB
Penulis : Jamil Azzaini
Saya tidaklah ahli dalam urusan politik Timur Tengah. Namun menyaksikan pembantaian anak-anak dan wanita, hati ini menjerit ingin ikut bicara. Sesungguhnya “pertunjukan” pembantaian terlama adalah di Palestina, termasuk Gaza di dalamnya. Gaza, tak lebih sebuah penjara terbuka bagi para penduduknya. Adegan kekerasan demi kekerasan dipertontonkan kepada dunia, bangsa zionis Israel sebagai pelakunya.
Anak-anak, wanita, dan penduduk sipil menjadi korban pertunjukan ini. Dunia tak bisa berkutik dengan tingkah polah negara kecil yang bernama Israel. Bahkan kejadian demi kejadian semakin menguatkan opini bahwa Isael kuat dan negara-negara yang mengaku Islam di sekitar Palestina lemah tak berdaya. Akupun merasa lemah karena hanya bisa berkirim do'a untukmu, Gaza.
Kepada siapa dunia berharap untuk melindungi nyawa-nyawa tak berdosa di Gaza? Kepada Presiden Obama? Rasanya Anda akan kecewa. Karena sebagaimana dilaporkan kantor Berita AFP (17/11/2012), Presiden AS ini menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel, walau ia menyesali jatuhnya korban sipil.
Kepada negara-negara di sekitar Palestina yang penduduknya mayoritas Islam? Rasanya itu juga harapan kosong, sebab rezim Turki, Qatar, Arab Saudi, Iran, dan Mesir berulang kali menegaskan bahwa peran mereka tidak lebih dari melakukan perang media dan membuat gerakan dana untuk dua otoritas di Gaza dan Ramallah. Mereka diam seribu bahasa pada saat pesawat Israel membombardir penduduk Gaza dengan berbagai senjata dan rudal jenis baru.
Kepada PBB? OKI? Ah, itu juga bak menggantang asap. Dalam suasana seperti inilah pikirankupun akhirnya melayang, andai ada pemimpin sekaliber Umar bin Khaththab yang mampu menyatukan berbagai negeri Islam yang kini tercerai berai menjadi 50 lebih negara, pastilah Israel akan gentar. Kepemimpinan yang kuat dan mampu menyatukan berbagai kekuatan bukan hanya menyelamatkan penduduk Gaza, tetapi juga melindungi umat yang tertindas di berbagai penjuru dunia.
Saat ini, kepada korban pembantaian, sebisa mungkin kita membantu dana, obat-obatan, dan apapun yang bisa meringankan beban mereka. Kirimkan pula do'a untuk saudara-saudara kita di Gaza. Namun, adegan-adegan pembantaian akan berulang apabila kita tidak punya kekuatan yang setara. Kapankah kekuatan itu akan hadir? Semoga tidak terlalu lama dari sekarang.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.