|
Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
|
|
jnhheaven@gmail.com |
|
http://twitter.com/jn2h_bintang |





Sabtu, 17 November 2012 pukul 08:00 WIB
Penulis : Nurjannah
Kejadian ini untuk kesekian kalinya berulang. Aku yang si pemikir hal-hal kecil yang kadang tak penting juga terlalu diambil alih kepentingannya. Aku tipe orang yang jika terdapat sedikit masalah, langsung muncul di raut wajah tanpa diundang. Walaupun sudah berkali-kali berusaha untuk tampil baik-baik saja. Setiap yang aku lakukan menjadi tidak fokus, karena semua yang terfikir hanya satu hal kecil yang sedang memenuhi kepalaku.
Galau. Ya, galau adalah kata-kata yang sangat populer akhir-akhir ini. Pada dasarnya makna galau sendiri masih abu-abu. Ada yang berpendapat, jika dalam keadaan sedikit sedih, maka sudah ter-judge bahwa kita terserang virus galau. Penyebab galau sebenarnya macam-macam, baik masalah keuangan, keluarga, persahabatan, ataupun asmara. Namun, sebagian berpendapat bahwa penyebab utama adalah dikarenakan kita tidak dekat dengan Pencipta. Opini itu tak dapat aku sanggah. Tapi bagaimana dengan kasus aku si pemikir hal-hal sepele? Apakah aku juga termasuk si galau yang jauh dengan Tuhannya? Sebenarnya, aku hanya memikirkan sebab-akibat dari suatu masalah, bukan bersedih berkepanjangan yang tiada henti yang biasa disebut galau.
Memperbanyak istighfar, mungkin salah satu obat yang sangat mujarab di saat dilanda virus galau itu. Menghadirkan Dia di hati agar segala sesuatu baik-baik saja. Selain itu, juga 2 amalan lain di akhir zaman saat ini dengan memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad SAW, beristighfar, dan bersedekah. Semoga kita tak termasuk galauers yang tidak berujung. Aamiin…
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurjannah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.