Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://12345.kotasantri.com
Bergabung
23 April 2009 pukul 03:58 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Penulis Freelance
Penulis buku Bela Diri for Muslimah : Siapa Bilang Perempuan Makhluk yang Lemah. Untuk bersilaturrahim, silakan kunjungi : http://sebuahrisalah.multiply.com atau FB / Imel : bujangkumbang@yahoo.co.id
Tulisan Fiyan Lainnya
Teh Aroma Ketulusan
31 Agustus 2012 pukul 09:30 WIB
Sajak Luka
27 Agustus 2012 pukul 12:45 WIB
Biarkan Aku Menyapamu Lebih Dulu, Dik!
13 Juni 2012 pukul 12:00 WIB
Ya, Begini Saja!
2 Juni 2012 pukul 16:00 WIB
Ajari Aku
30 Mei 2012 pukul 15:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 6 September 2012 pukul 11:00 WIB

Perang Spanduk

Penulis : Fiyan Arjun

Mungkin Anda akan terkejut bila ekor mata Anda mengarahkan pandangan ke tepi-tepi jalan. Entah itu di papan iklan (blackboard), tiang penyangga listrik, atau juga di pepohonan. Semua akan melihat lebih banyak spanduk yang melambai-lambai di tepi jalan. Papan iklan lebih banyak iklan calon pemimpin. Tiang penyangga listrik jadi sasaran spanduk calon pemimpin. Dan pohon pun tak kalah menjadi buah spanduk calon pemimpin secara dadakan. Terlebih saat ini musimnya ber-“promosikan” diri bagi mereka yang mencalonkan diri sebagai calon pemimpin.

Spanduk tersebut bertujuan untuk mencari empati dan perhatian sebagian orang untuk memihak dan memilihnya. Sungguh begitu ambisiusnya mereka, padahal mereka tidak menyadari bahwa hal itu hanya membuat pemandangan kota semakin kotor. Dan lebih miris, itu hanya perbuatan sia-sia. Hanya buang-buang uang dan materi serta mubadzir. Itu kalau terpilih, kalau tidak, lebih baik uang dan materi itu disumbangkan untuk mereka yang membutuhkan. Tapi sepertinya hal itu jauh dari pikiran mereka. Yang ada di benak mereka, bagaimana nanti akan tiba waktu pemilihan. Apakah akan terpilih atau tidak. Benar-benar egois!

Saya yang melihat berbagai macam spanduk hanya tersenyum kecut. Apa iya jika mereka terpilih akan memikirkan rakyat nanti? Pikir saya. Biasanya kalau orang sudah di atas, susah mau turun. Turun ke bawah untuk melihat rakyatnya yang susah dan sudah memilih dirinya. Lain halnya dengan khalifah (para sahabat Rasulullah). Khalifah Umar bin Khathab, contohnya. Ia begitu peduli terhadap rakyatnya. Entahlah apakah nanti spanduk-spanduk yang mengatasnamakan kejaminan yang dilontarkan para calon pemimpin akan seperti khalifah tersebut. Entahlah, kita lihat saja nanti.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Fiyan Arjun sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

lila | mahasiswa
Saya sangat senang sekali bisa bergabung dengan KotaSantri.com, karena saya sendiri memang santri.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1565 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels