|
Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Sabtu, 10 Desember 2011 pukul 19:00 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Ada poin penting yang ingin saya ungkapkan di hari ini, yaitu tentang sosok-sosok lelaki yang cukup menarik perhatian saya dan menyelip terpikirkan di sepanjang perjalanan pulang. Dan akhirnya, pada sebuah kesimpulan, bahwa saya menyebut mereka lelaki perkasa.
Bagaimana tidak perkasa, jika hampir setiap hari dan sepanjang hari mereka menantang garangnya matahari, dan mungkin masih menahan banyak hal termasuk menahan lelah, sebagai kuli bangunan. Kebayang? Medan berat kuli bangunan di panasnya Jakarta yang harus kerja di gedung tinggi entah lantai berapa.
Jika saat ini saya adalah seorang gadis kecil berusia 7 atau 8 tahun, dan salah satu dari mereka adalah Ayah saya, maka saya bangga mempunyai Ayah seperkasa itu. Yang lebih memilih bekerja keras dan berat, namun halal dan (bagi saya) terhormat. Jauh lebih terhormat dari seorang atau beberapa orang pemuda yang menggenjreng gitarnya di bus-bus kota sebagai alasan menyodorkan kantong plastik meminta imbalan. Bukan berarti saya sedang memandang rendah para pengamen jalanan. Tapi realita Jakarta adalah potret jelas yang mampu bercerita banyak hal secara jujur.
Mungkin tak hanya pengamen jalanan, tapi masih ada beberapa bandingan yang lain. Namun, tak perlu saya sebutkan. Karena kita sudah tahu sama tahu.
Wallahu a'lam bishshawab.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.