|
HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Jum'at, 7 Oktober 2011 pukul 09:45 WIB
Penulis : Rifatul Farida
"Yang jujur hancur." Persepsi salah ini sering kita dengar di masyarakat. Persepsi yang nyata-nyata mendangkalkan aqidah kita sebagai seorang muslim/mah.
Jujur, sering diidentikkan dengan bernasib tidak mujur (baca; tidak beruntung), menderita, dan sulit. Padahal, jika kita tela'ah lebih mendalam, justru ketidakjujuranlah pembuka semua pintu ketidakmujuran, penderitaan, dan kesulitan.
Di hidup yang konon katanya serba sulit ini, terlebih hidup di kota metropolitan seperti Jakarta ini, hampir semua kondisi menyuguhkan pilihan untuk tidak jujur jika ingin berhasil. Maka, jangan heran jika praktek KKN begitu menjamur dan mudah berdiaspora ke pribadi siapapun yang tak memiliki keimanan yang shahih.
Iman yang shahih. Adalah penangkal segala virus yang setiap kapan saja bisa masuk ke hati kita. Karena dengan keimanan yang shahih, seorang muslim/mah menyadari dan faham benar bahwa semua urusan ada dalam genggamanNya. Bukahkah tak ada satu daunpun yang jatuh ke tanah kecuali Allah SWT mengetahuinya? Maka, sungguh tak ada satu penderitaanpun terjadi pada seorang anak Adam, kecuali Allah mengijinkannya terjadi.
"Biar gagal asal berhasil jujur" Begitu Aa'Gym mengajarkan sebuah prinsip kepada kami waktu itu, ketika saya masih diberi kesempatan menimba ilmu di DT Bandung. Prinsip ini tentu saja mengamini dari prinsip sang Nabi saw yang begitu berkepribadian jujur. Baik jujur kepada diri sendiri, terlebih jujur kepada orang lain.
Maka, mari tetap pada kejujuran, meski jujur kadang kita rasa "sedikit" menyulitkan urusan kita.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.