HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://rifafarida.kotasantri.com
Bergabung
11 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - Jakarta
Pekerjaan
CEO Nasywa Cafe
I'm Muslimah and Very Happy ^_^
http://rifarida.multiply.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
rifatulfarida@ymail.com
Tulisan Rifatul Lainnya
Pemerkosaan, Salah Siapa?
1 Oktober 2011 pukul 11:22 WIB
Dijadikan Indah
29 September 2011 pukul 10:10 WIB
Namanya Ber-istighatsah
23 September 2011 pukul 13:00 WIB
All About Muslimah
22 September 2011 pukul 16:00 WIB
Allah...
15 September 2011 pukul 11:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 7 Oktober 2011 pukul 09:45 WIB

Jujur Tidak Hancur

Penulis : Rifatul Farida

"Yang jujur hancur." Persepsi salah ini sering kita dengar di masyarakat. Persepsi yang nyata-nyata mendangkalkan aqidah kita sebagai seorang muslim/mah.

Jujur, sering diidentikkan dengan bernasib tidak mujur (baca; tidak beruntung), menderita, dan sulit. Padahal, jika kita tela'ah lebih mendalam, justru ketidakjujuranlah pembuka semua pintu ketidakmujuran, penderitaan, dan kesulitan.

Di hidup yang konon katanya serba sulit ini, terlebih hidup di kota metropolitan seperti Jakarta ini, hampir semua kondisi menyuguhkan pilihan untuk tidak jujur jika ingin berhasil. Maka, jangan heran jika praktek KKN begitu menjamur dan mudah berdiaspora ke pribadi siapapun yang tak memiliki keimanan yang shahih.

Iman yang shahih. Adalah penangkal segala virus yang setiap kapan saja bisa masuk ke hati kita. Karena dengan keimanan yang shahih, seorang muslim/mah menyadari dan faham benar bahwa semua urusan ada dalam genggamanNya. Bukahkah tak ada satu daunpun yang jatuh ke tanah kecuali Allah SWT mengetahuinya? Maka, sungguh tak ada satu penderitaanpun terjadi pada seorang anak Adam, kecuali Allah mengijinkannya terjadi.

"Biar gagal asal berhasil jujur" Begitu Aa'Gym mengajarkan sebuah prinsip kepada kami waktu itu, ketika saya masih diberi kesempatan menimba ilmu di DT Bandung. Prinsip ini tentu saja mengamini dari prinsip sang Nabi saw yang begitu berkepribadian jujur. Baik jujur kepada diri sendiri, terlebih jujur kepada orang lain.

Maka, mari tetap pada kejujuran, meski jujur kadang kita rasa "sedikit" menyulitkan urusan kita.

http://rifarida.multiply.com

Suka
"sun" dan yantie menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

AMMAR Hi HABIB | Mahasiswa
Wadah inspiratif dan motivatif dalam hidup dan menjadi ruang untuk berekspresi.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1355 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels