|
HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
|
|
|
http://rifarida.multiply.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
|
rifatulfarida@ymail.com |
|
rifatulfarida@ymail.com |





Kamis, 29 September 2011 pukul 10:10 WIB
Penulis : Rifatul Farida
Mungkin bisa saja kusimpan sendiri. Namun itu bukan gayaku. Jadi kuceritakan padamu. Tentang sebuah cerita jiwa, yang pendahuluannya tak pernah diikat oleh masa. Kemudian sesekali kualunkan dengan pelan, nyanyian melankolis, yang nada dasarnya diawali dari kelembutan hati.
Ketika hidup mutlak mengapit kata dinamis, kemudian menyandingkan tentang istiqamah, yang daya tahannya ditopang oleh ghirah. Dan tunduk pada sabda sang Nabi SAW, tentang menjadi pembelajar sejati, dari buaian hingga liang lahat.
Maka benar dan salah itu tak dapat dicampur. Berbeda dan tetap saja tak sama meski bisa saja disamarkan dan dibolak-balik. Menetapi jalanan kebenaran, atau berpaling darinya. Hanya itu pilihan hidup. Dan tak pernah ada yang memaksa di salah satunya.
Begitu terbentang panjang jalan itu. Mulailah ghirah melakukan pekerjaannya, melawan semua futur, hingga cerita istiqamah akan terus ada di setiap episode hidup, menyunggingkan senyum keikhlasan, sejarak berapapun jalan yang ditempuh.
Kemudian, Allah mengujinya dengan kesabaran. Sepenuh perhatian langit dan bumi yang menjadi saksi, bahwa sabar itu pekerjaan yang teramat halus lagi lembut, namun hentakannya hebat menekan jiwa. Tak ada pilihan tepat menghadapinya, kecuali lebih menghebatkan keimanan, yang indikasi kehebatannya ditandai dengan ketakwaan. Bertahan, menahan.
Dan entah bagaimana ceritanya, ketika ada sisi indah justru mengontraskan semua alur. Seiring sensasi halus, yang merekatkan kepingan-kepingan ketenangan. Rasa aman dan tentram merajai hati, disaat membadai hidup ini. Menarik kepercayaan pada adanya sandaran Mahakuat.
Hingga akhirnya semua jelas, ketika firmanNya merekahkan senyuman :
“… tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (Al-Hujarat : 7).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rifatul Farida sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.