|
HR. At-Tirmidzi : "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada Engkau dari hati yang tidak pernah tunduk, dari do'a yang tidak didengar, dari jiwa (nafsu) yang tidak pernah merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat."
|
|
|
http://dekaes.com |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
mujahid.alamaya@kotasantri.net |
|
|
mujahid.alamaya |
|
mujahid.alamaya |
|
http://facebook.com/alamaya |
|
ponggawa.ksc@gmail.com |





Rabu, 1 Desember 2010 pukul 16:55 WIB
Penulis : Mujahid Alamaya
Sebagai salah satu pengelola sebuah situs komunitas di dunia maya, saya dituntut untuk selalu berinovasi dalam pengelolaan dan pengembangan situs tersebut. Berhubung kemampuan saya yang masih minim, maka saya sering mengambil contoh aplikasi open source yang banyak beredar di internet.
Karena merasa masih belum jelas dengan apa yang dipaparkan di internet, saya pernah melempar pertanyaan ke sebuah milis IT muslim maupun bertanya langsung pada orang lain yang lebih senior dalam pengelolaan dan pengembangan situs-situs ternama.
Suatu ketika, saya melempar pertanyaan ke sebuah milis IT muslim, perihal modul aplikasi blog. Sebenarnya modul tersebut bisa diunduh dengan gratis, namun setelah mencari ke beberapa situs, saya tidak berhasil menemukannya. Maka, saya pun menanyakan di mana bisa unduh modul tersebut.
Alih-alih mendapat tanggapan yang memuaskan, saya harus kecewa karena ternyata tanggapan yang muncul adalah saya harus mencarinya sendiri. Padahal, dalam milis tersebut ada beberapa web developer yang menangani blog terkemuka dan apa yang saya cari ada di blog tersebut.
Di lain waktu, saya bertanya langsung melalui Chat pada salah seorang pengelola situs terkemuka, perihal aplikasi yang digunakan di situs tersebut yang kebetulan saya gunakan juga di situs yang saya kelola. Lalu apa tanggapannya? "Maaf, saya tidak tahu." Begitu kira-kira inti dari jawabannya.
Berselang beberapa waktu kemudian, saya kembali bertanya kepada orang yang sama. Kali ini saya bertanya melalui Private Message. Pesan saya yang pertama tidak ada tanggapan, saya tunggu sampai beberapa minggu, dan yang bersangkutan terlihat sering online. Lalu saya kirim Pesan yang Kedua, dan sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali, padahal yang bersangkutan pun masih sering online.
Ah... Saya hanya bisa berhusnudzan, mungkin yang bersangkutan sedang sibuk dan tidak sempat membuka Private Message. Maka saya pun membiarkannya sebagai angin lalu. Tapi ada yang mengganjal dalam hati saya, mengingat yang bersangkutan adalah seorang muslim, "Apakah lupa dengan amalan manusia yang pahalanya akan terus mengalir hingga yaumul akhir?"
Salah satu amalan tersebut adalah ilmu yang bermanfaat. Seseorang yang berilmu, jika dia mengamalkan dan 'menurunkan' ilmu yang dimilikinya kepada orang lain, ketika dia meninggal, maka ia akan tetap menerima pahala dari ilmu yang pernah diamalkannya tersebut.
"Di antara amalan dan kebajikan yang terus sampai kepada orang mukmin setelah kematiannya, ialah : ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk ibnu sabil, sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkannya dari hartanya semasa sehatnya dan semasa hidupnya, maka itu sampai kepadanya setelah kematiannya." (HR. Ibnu Majah).
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.