Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Kemenangankah yang Kuraih?
11 September 2010 pukul 00:00 WIB
Mintalah Kepada-Ku, Niscaya Aku Kabulkan
1 Juli 2010 pukul 15:45 WIB
Iman yang Terjual
12 Februari 2010 pukul 16:33 WIB
Syukuri dan Nikmati
1 Desember 2009 pukul 15:00 WIB
Maafkan Aku
16 November 2009 pukul 20:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 6 Oktober 2010 pukul 16:30 WIB

Mendahulukan Kewajiban

Penulis : Mujahid Alamaya

Suatu hari, ketika saya sedang berada di Bandung, selepas pulang dari rumah salah seorang teman, saya naik angkot jurusan Cimahi - Stasiun Bandung. Sepanjang perjalanan, hanya ada 2 orang penumpang, yakni saya yang duduk di depan, dan 1 orang lagi yang duduk di belakang. Tidak lama kemudian, penumpang yang duduk di belakang turun, dan tinggallah saya seorang diri.

Tidak lama kemudian, sang sopir bertanya, "Turun di mana?" Lalu saya jawab bahwa saya akan turun di Stasiun. Sang sopir pun langsung memacu kendaraannya tanpa melalui jalur seharusnya, yakni melalui jalan lurus untuk mempersingkat jarak tempuh. Saya tidak mempermasalahkannya, karena otomatis akan mempercepat waktu tempuh dan saya bisa segera tiba di tempat tujuan.

Ketika tiba di Stasiun, sang sopir kembali bertanya, "Turunnya di sebelah mana?" Saya jawab bahwa saya akan turun di Stasiun Utara, Kebon Kawung. "Tujuannya ke mana? Mau ke Jakarta?" tanya sang sopir. Saya jawab bahwa saya tidak akan masuk Stasiun, tapi mau ke suatu tempat di depan stasiun. Dengan nada agak menyesal, sang sopir berkata, "Oh, gimana ya? Saya mau istirahat."

Saya terdiam sejenak. Sang sopir terlihat gelisah, mungkin merasa tidak enak karena tidak mengantarkan penumpangnya sampai tujuan atau mungkin karena sang sopir benar-benar mau istirahat. "Jam berapa sekarang?" tanya sang sopir. "15.30," jawab saya santai. Lalu sang sopir berkata dengan pelan dan hati-hati, "Gimana ya, saya mau shalat Ashar dulu." Sang sopir terlihat kikuk.

Mendengar perkataan sang sopir, saya pun tidak mempermasalahkannya. Lalu sang sopir menurunkan saya di tempat yang teduh, karena saat itu hujan sedang turun. Saya segera turun lalu membayar ongkos. Tidak seperti biasanya, saya hanya membayar ongkos sebagian saja. "Sisanya buat ongkos ke tujuan," kata sang sopir. Saya pun segera berganti angkot untuk menuju masjid besar yang berada tidak jaun dari Stasiun.

Saya salut dengan sang sopir tersebut, dimana ia lebih mendahulukan kewajiban kepada-Nya dengan tanpa mengesampingkan kewajiban terhadap penumpang yang harus ia layani. Ia berkata dengan hati-hati kepada penumpang, mungkin takut mengecewakan penumpang yang harus ia layani, karena kewajibannya adalah mengantarkan penumpang sampai tujuan. Sedangkan ia punya kewajiban yang lebih utama, yakni melaksanakan perintah-Nya pada waktu yang telah ditentukan.

http://dekaes.com

Suka
Adinda Poetri, Anna Fathimah Zakaria, dan Nisya Anisya menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1174 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels