HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://abisabila.kotasantri.com
Bergabung
30 Oktober 2009 pukul 19:46 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
swasta
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.
http://www.abisabila.com
http://facebook.com/abi.sabila
http://twitter.com/AbiSabila
Tulisan Abi Lainnya
Ketika Anak Belum Mau Berjilbab
19 Januari 2010 pukul 15:30 WIB
Berjilbab Jangan Setengah-Setengah
13 Januari 2010 pukul 16:09 WIB
Saat Hidayah Datang Menyapa
9 Januari 2010 pukul 15:55 WIB
Rabu Bukan Kamis, 30 Bukan 13
5 Januari 2010 pukul 16:55 WIB
Antara Teman dan Keyakinan
29 Desember 2009 pukul 15:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 23 Januari 2010 pukul 15:00 WIB

Berlebihan dan Keterlaluan

Penulis : Abi Sabila

Hujan yang turun sejak setengah jam yang lalu, AC yang disetel pada suhu 18 derajat, seharusnya memberikan kesejukan di hati dua rekan kerjaku ini. Apa yang terasa dalam kantor berukuran 8 x 3 meter ini justru sebaliknya, panas dan sama sekali tidak nyaman. Semua berawal dari perbincangan dua orang rekan kerjaku seputar tokoh yang sedang mengemuka. Tokoh yang sebagian orang mengatakan kontroversial, meski menurutku tak sampai seperti itu.

Mulanya mereka hanya saling memberikan pandangan terhadap sang tokoh. Namun karena keduanya berada di pihak yang berseberangan, maka akhirnya mereka terlibat perdebatan yang panjang dan sama sekali tak menyenangkan. Masing-masing mempertahankan pendapatnya, dan saling menyerang pendapat lawannya. Beberapa kali kucoba meredakan perdebatan yang mulai memanas, namun kesempatan itu tak pernah kudapat sepenuhnya karena mereka sama-sama ngotot.

Perdebatan yang cukup sengit itu akhirnya berhenti ketika salah satu dari mereka meminta pendapatku mengenai sang tokoh yang mereka perdebatkan.

Jujur, aku tidak ingin cepat menvonis seseorang sebelum aku tahu dengan pemahamanku. Aku melihat ada sisi positif dan negatif yang tidak bisa dikesampingkan atau dihilangkan begitu saja salah satunya,“ jawabku singkat.

Alhamdulillah, akhirnya mereka pun terdiam. Entahlah, apakah mereka membenarkan apa yang baru saja kukatakan ataukah mereka kecewa karena ternyata aku tak memihak ke salah satunya. Aku hanya berharap, mereka sadar bahwa tak sepantasnya dan tak seharusnya memperdebatkan sesuatu yang sifatnya relatif. Dan sang tokoh yang mereka perselisihkan adalah manusia biasa yang sudah pasti memiliki kelebihan sekaligus kekurangan.

Berlebihan dan keterlaluan, begitulah mereka menurutku, dan hal ini sering terjadi pada kita. Saat merasa suka dengan sesuatu atau seseorang, kita mengaguminya, memujinya secara berlebihan. Apapun yang ada dan dilakukan olehnya, semuanya terlihat sempurna, tak ada cela. Pun ketika kita tidak menyukai sesuatu atau seseorang, kita membencinya, menghujatnya dengan keterlaluan. Apapun yang ada dan dilakukan olehnya, semuanya terlihat salah dan tercela. Sikap fanatik seperti ini masih sering kita jumpai, dimana seseorang merasa bahwa dirinya, orang yang dikaguminya, atau juga kelompoknya adalah yang paling benar di antara yang lain. Merasa benar itu tidak salah, tapi merasa paling benar itu yang menjadi masalah.

Islam tidak menyukai apapun yang sifatnya berlebihan. Islam lebih mengajarkan umatnya untuk berbuat yang jujur, adil, proporsional, dan objektif. Ketika kita tidak menyukai sesuatu hal, seharusnya hanya sekedarnya saja. Begitu pun bila kita menyukainya, hendaknya sewajarnya saja. Bisa jadi dan sering terjadi, kita menyukai apa yang sebenarnya buruk di mata Allah, begitu pun sebaliknya.

Orang yang luas ilmu dan wawasannya, tidak mungkin mengatakan dirinya, pendapatnya, dan juga pandangannyalah yang paling benar sehingga meremehkan orang lain dan juga pendapatnya. Orang yang bijaksana akan menerima perbedaan pandangan orang lain, menghargainya, dan menilainya sebagai sebuah wawasan baru, karena perbedaan pendapat adalah sebuah hal yang nyaris terjadi dalam beberapa hal.

http://www.abisabila.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Abi Sabila sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Rahmad Syamsu W | mahasiswa
Heeebbatt.... Sesuai motto dari KSC, "menebar senyum merajut ukhwah", semoga KSC ini bermanfaat bagi kita semua ikhwan dan akhwat yang ingin merajut ukhuwah.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1208 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels