|
QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
|
|
|
http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com |
|
calm_think@yahoo.co.id |
|
calm_think@yahoo.co.id |



Sabtu, 12 September 2009 pukul 15:30 WIB
Penulis : Nurul_Adhim
Tidak kutahu siapakah nama anak itu. Hitam, dekil, kurus, dan ada koreng yang menghiasi bibir mungilnya. Ketika aku bertanya, anak itu hanya menjawab dengan diamnya. Ingin menangis rasanya jika aku mengingat anak itu. Kupandang anak itu sekali lagi. Ingin rasanya aku memeluknya, kudekap, dan kuucap, "Tenanglah, adiku, Allah akan mengirimkan malaikatNYa untuk menjagamu dalam setiap langkahmu di tempat ini." Tapi lidahku begitu kelu tak dapat berkata. Hanya airmata yang kubendung agar tak sampai terjatuh.
Sudah tiga bulan anak itu tinggal di tempat ini. Setiap hari, dia hanya melakukan hal-hal yang diinginkannya. Tidak mau memakai alas kaki, tidak mau mandi, tidak mau mengaji. Dan dia hanya mau diam atau keluyuran mengelilingi tempat ini. Bahkan, pernah selama tiga hari, dia tidak kembali ke sini. Setelah dicari, ternyata dia mengelilingi kampung di sekitar tempat ini, meminta uang dari setiap rumah ke rumah. Katanya untuk makan. Padahal di tempat ini, dia bisa makan sepuasnya.
Kata salah satu anak yang lain, neneknyalah yang membawa anak itu ke sini. Ayahnya sudah tiada, dan ibunya tak mau mengurusnya. Kehidupan jalanan sudah merupakan makanan sehari-harinya. Keras, dan tanpa didikan. Hingga membuat anak itu menjadi tak terkendali. Mungkin karena neneknya sudah renta dan tak sanggup mengurus anak itu, akhirnya si nenek memutuskan untuk menyerahkannya ke tempat ini. Dan mungkin si nenek benar-benar ingin supaya cucunya terurus. Entahlah, aku tak tahu pasti.
Yang kutahu, sinar mata anak itu menyimpan berjuta tanya dan kesedihan, membuatku enggan beranjak meninggalkannya. Dan anak itu tetap saja hanya diam memandangiku yang tak dapat melakukan apa-apa untuknya, hingga waktu mengharuskanku untuk pergi dari tempatnya berdiri.
Anak itu, mengajariku untuk sadar bahwa apa yang selama ini kualami seharusnya membuatku banyak bersyukur. Kuharapkan semoga saja dia menemukan cahaya hatinya di Panti Asuhan yang kini dia tempati ini. Sabarlah adikku, yakinlah bahwa Dia akan selalu melindungimu.
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. 16 : 18).
http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurul_Adhim sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.