|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|
|
teguh_ganteng@hotmail.com |
|
http://facebook.com/teguh banget |





Ahad, 7 Juni 2009 pukul 16:30 WIB
Penulis : Teguh Yulyono
“Percaya dech ama firman Allah SWT, aku dah ngalamin sendiri kok!” Itu kata-kata yang keluar dari mulut Sandi. Coba simak Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, "Mintalah kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkannya!”
“Ini bukan percaya atau nggak percaya, Ndi,” timpalku.
“Apa yang terjadi sama kamu kan belum tentu sama dengan yang aku alami,” kataku.
Itulah sepenggalan percakapan kami di sore hari, pada saat kami mendapatkan libur bersama. Hasil dari silaturrahmi dengan sahabatku Sandi, membuat aku jadi banyak merenung.
Banyak hal yang telah aku alami, semua ini berawal dari keputusan untuk berwirausaha dengan bermodalkan pinjaman dari bank. Mendapatkan pinjaman dari bank di Dubai, lima tahun yang lalu, bukanlah sesuatu yang sulit.
Bila kita menginginkan dana pinjaman tersebut, tinggal telpon nomor toll-free sebuah bank. Di hari yang sama, petugas dari bank tersebut akan menelepon kembali, disertai berbagai pertanyaan yang sangat umum. Kerja di perusahaan apa? Sudah berapa tahun? Berapa gaji perbulan? Dan sebagainya.
Selanjutnya, kita akan bertemu dengan menyerahkan syarat-syarat dokumentasi yang dibutuhkan. Dalam tempo satu minggu, dana yang kita butuhkan akan ditransfer ke nomor rekening bank kita. Mudah bukan?
Dengan perhitungan manusia, bila wirausaha kami berjalan lancar, aku pikir akan mempercepat kepulanganku ke tanah air. Tapi bukannya pulang ke Jakarta dengan cepat, aku malah dipaksa untuk menetap dan bekerja lebih lama di Dubai, karena bisnis yang kami rintis gagal total dengan menyisakan hutang!
Sekarang aku dihadapkan dengan resiko dari keputusanku untuk meminjam uang di bank.
Dengan sisa cicilan tiga tahun ke depan, aku harus lebih berhemat. Potongan bulanan dari gajiku serasa sangat berat, karena tidak ada lagi uang yang tersisa. Di awal-awal kejadian gagalnya bisnis kami, aku harus menjual rumah, elektronik, dan barang-barang berharga yang bisa aku uangkan. Untuk menutupi hutang-hutangku.
Dunia serasa amat berat, langkah kakiku tidak seringan dulu, beban di pundakku bertambah banyak. Aku menjadi pribadi yang mudah tersinggung, marah, dan sangat sensitif. Seakan semua perkataan orang ditujukan ke arahku. Bila mereka tertawa, aku merasa mereka mentertawakan diriku. Aku jadi serba salah, tidak tahu mana yang ilusi, mana yang nyata.
Aku lebih banyak menutup diri. Pulang kerja, langsung ke kamar. Keluar hanya untuk menukar seragam kerja atau makan ke kafetaria. Alhamdulillah, aku gemar membaca, buku-buku yang selama ini jarang aku sentuh, menjadi teman baikku dalam mengarungi masa-masa tidak ingin bersosialisasi.
Dari sekian banyak buku, hanya buku-buku agamalah yang bisa mencerahkan dan memberikan motivasi diri untuk tetap tegar dalam menghadapi kelamnya hidupku.
Hari demi hari, aku tenggelam dalam nikmatnya membaca dan menyendiri. Minggu demi minggu kulalui tanpa terasa. Bulan Maret adalah bulan keenam dimana aku menemukan kepercayaan diri lagi, mampu untuk berkomunikasi dengan teman-temanku lagi, sedikit demi sedikit mulai melupakan saat-saat pahit dalam lembaran hidupku.
Aku mulai menyongsong fajar menyinsing dengan jiwa yang ringan dan tawakal, bahwa Pertolongan Allah SWT amat dekat. Langkah kakiku kembali ringan, walau beban di pundak masih berat, tapi aku berjalan dengan kepala tegak, dan senyum di bibir. Karena aku yakin, Dia Yang Mahakaya akan menolongku, dan mengabulkan do'a-do'a yang tidak pernah putus aku panjatkan.
Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wa a’uudzubika minal ‘ajzi wal kasali wa a’uudzubika minal jubni wal bukhli wa a’uudzubika min ghalabatid daini wa qahrir rijaal.
Dubai Airport 15032009 @ 00:50 hrs.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Teguh Yulyono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.