HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://ganteng.kotasantri.com
Bergabung
16 April 2009 pukul 22:06 WIB
Domisili
Dubai - Dubai
Pekerjaan
karyawan hotel
Simple dan mudah diajak untuk ngobrol,senang tertawa tp tdk pandai bercerita yg lucu2. Senang mendengar cerita yg lucu. Krn tertawa membuat kepenatan hilang berganti dengan senyum dan wajah yg ceria. Tidak suka cara bicara yg kaku,suasana yg formil....sebisa mungkin dibuat SERSAN ( Serius tp Santai). Duda tanpa anak,dan diberikan amanah …
teguh_ganteng@hotmail.com
http://facebook.com/teguh banget
Tulisan Teguh Lainnya
Bergembiralah!
22 Februari 2013 pukul 10:00 WIB
Jangan Sok Tahu!
19 Juli 2009 pukul 17:30 WIB
Pantaskah Menjadi Idola?
28 Juni 2009 pukul 16:09 WIB
Sampul atau Isi Buku?
21 Juni 2009 pukul 15:00 WIB
Ada Apa dengan Dia?
14 Juni 2009 pukul 17:10 WIB
Pelangi
Pelangi » Bingkai

Kamis, 13 Juni 2013 pukul 21:00 WIB

Temanku Bougenvile

Penulis : Teguh Yulyono

Ibarat sekuntum bunga, aku berharap mendapatkan melati, mawar, atau anggrek untuk mendampingi keseharianku dalam mengarungi aktifitas kehidupan yang penuh warna dan tantangan. Akan tetapi terkadang Allah SWT memberikan bunga bougenvile untuk menjadi teman.

Haruskah aku menolaknya? Haruskah kuterus mencari mawar, melati, atau anggrek dan mencampakan bougenvile yang telah terulur untuk kugenggam?

Tidak! Aku tidak boleh egois. Mungkin Allah menyimpan rahasia di balik buruknya rupa mereka, ketidakshalehan mereka. Atau mungkin inilah ladang amalku, mereka bisa kujadikan media dakwah.

Ya, mereka bisa kujadikan media dakwah! Aku harus mengenal kepribadian mereka dulu. Aku harus sabar menjalani masa pertemanan dengan mereka, karena aku tidaklah tahu, temanku yang manakah yang akan mendapat hidayah dariMu.

Ya Rahman Ya Rahim, kumohon padamu agar diberikan sikap istiqamah dan terus memperbaiki diri agar warnaku bisa lebih terang dari bougenvile.

Ada rasa syukur, bahagia, beruntung karena Allah Yang Maha Mengetahui masa depan memberikan kesempatan untuk berinstrospeksi bahwa aku telah dibimbingNya untuk tidak seperti bougenvile liar yang tumbuh bebas di tanah penuh kotoran.

Aku ingin seperti mawar yang sudah merekah dan menaburkan aroma wangi serta mempunyai banyak manfaat untuk manusia sekelilingnya. Mawar bunga yang harum telah menjadi pewangi bagi banyak orang dan mengajak banyak orang untuk menebar wangi di dunia ini untuk kebahagian di masa nanti.

Mawar sangat tahu kalau masa di mana dia merekah dan menebar wangi tak lengkang, tapi dia telah mempesona banyak bougenvile liar untuk menjadi mawar baru nan mempesona karena keindahan akhlak dan budi pekerti yang disandangnya.

Untuk temanku bougenvile yang telah mengambil manfaat dari harumnya wangi mawar, kuucapkan selamat berjuang mempertahankan wangi aroma budi pekertimu. Semoga harapanku tiga tahun silam bisa menjadi kenyataan. Kau bougenvile merah dan ungu, akan mampu mewarnai bougenvile liar di lingkunganmu.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Teguh Yulyono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lia Juliana | Staf Purchasing
My fav situs nih.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1368 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels